Showing posts with label klimatologi. Show all posts
Showing posts with label klimatologi. Show all posts

Perubahan Suhu dan Curah Hujan di Sulawesi Selatan (Stasiun Ujungpandang)

Pengantar
Provinsi Sulawesi Selatan terletak pada koordinat 6°20’ LS dan  120°55’ BT, karena pengaruh letak iklim dan bujur inilah maka Provinsi Selatan merupakan daerah beriklim tropis dan memilki pola curah hujan munsonal, lokal dan equatorial. Tipe munsonal dipengaruhi oleh adanya angin Munson Barat dan Munson Timur, tipe equatorial  dipengaruhi oleh letaknya yang berada pada garis khatulistiwa dan tipe lokal dipengaruhi oleh letak topografi dan kondisi sekitar.

Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan tipe iklim ini dapat dikatakan sebagai iklim ekstrim, karena provinsi ini memiliki 3 pola curah hujan yang dapat terjadi pada waktu bersamaan. Hal ini dapat kita lihat dari data curah hujan yang dikumpulkan banyaknya tidak merata pada tiap daerah. Pengaruh topografi dan letaknya terhadap lautan membuat daerah pinggiran pantai mendapat curah hujan yang lebih banyak, sedangkan wilayah pedalaman banyak mendapatkan pengaruh hujan orografis.



Provinsi Sulawesi Selatan
Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang

Suhu Udara
Tabel Suhu Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang
No
Tahun
T Max
T min
Selisih
1
1974
32
20.7
11.3
2
1976
33.5
19.9
13.6
3
1977
33.9
20.2
13.7
4
1978
32.3
22
10.3
5
1979
33.5
20.3
13.2
6
1980
33.8
20.9
12.9
7
1981
33.4
19.9
13.5
8
1983
34.1
20.8
13.3
9
1984
33.4
20.8
12.6
10
1985
33.7
20.6
13.1
11
1988
32.8
22
10.8
12
1989
33
21.5
11.5
13
1990
34
21.3
12.7
14
1991
34.2
19.1
15.1
15
1992
33
20
13
16
1993
34.1
19.9
14.2
17
1994
34.2
20.4
13.8
18
1995
34.1
21.5
12.6
19
1996
33.3
21.9
11.4
20
1997
34.6
20.6
14
21
1998
33
22.4
10.6
22
1999
33.5
20.8
12.7
23
2001
33.9
21.3
12.6
24
2002
34.4
20.5
13.9
25
2003
33.3
21.6
11.7

Grafik Suhu Rerata Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang

Dari tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa selama kurun waktu 30 tahun suhu udara maksimum dan minimum Sulawesi Selatan yang diwakili oleh stasiun Hasanudin relatif konstan. Suhu udara maksimum adalah 34,6 oC terjadi pada tahun 1997 dan suhu udara minimum 19,1 oC terjadi pada tahun 1991.



Curah Hujan
Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang secara astronomis berada pada 119033’BT dan 05004’LS dengan ketinggian 14 mdpl dengan jarak dari garis pantai sekitar 1,5 mil.
Tabel rerata curah hujan rata-rata bulanan di Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang
Grafik Pola Curah Hujan di Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang

Tabel dan grafik di atas merupakan data curah hujan stasiun Ujung Pandang selama lima periode, seperti pada pembagian yang ada di dalam table. Dari data yang ada, terlihat bentuk pola curah hujan lima periode yang memiliki pola sama pada lima periode tersebut. Grafik yang membentuk parabola dengan satu puncak di bawah merupakan cirri dari tipe hujan monsunal yang memilki perbedaan jelas antara musim hujan dan musim kemarau. Pada bulan Desember-Maret terjadi musim hujan yang dipengaruhi angin muson Asia Barat Daya dan pada musim kemarau Mei-September dipengaruhi oleh angin muson dari Australia.

Pergeseran Musim
Data Curah Hujan Bulanan Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang tahun 1994-1998
Bulan
Curah Hujan
1994
1995
1996
1997
1998
Januari
680
934
681
588
105
Februari
501
705
1281
820
88
Maret
518
546
791
283
187
April
74
353
163
141
424
Mei
102
273
43
39
241
Juni
10
169
15
13
145
Juli
16
115
50
14
316
Agustus
3
0
14
23
71
September
86
4
6
25
70
Oktober
17
84
42
2
220
November
170
398
183
57
542
Desember
260
602
1278
308
791

Pola Curah Hujan Bulanan Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang tahun 1994-1998


Pada grafik pola curah hujan di atas dapat kita lihat bahwa terjadi pergeseran bulan kering, bulan lembab dan bulan basah dari tahun 1994 hingga tahun 1998 :
  1. Bulan kering dimulai pada Juni di tahun 1994, Agustus di tahun 1995, dan Mei di tahun 1996 dan 1997, sedangkan di tahun 1998 tidak ada bulan kering.
  2. Bulan lembab terdistribusi tidak merata pada kelima tahun tersebut yaitu April dan September 1994, Oktober 1995, Februari 1998, Agustus dan September 1998.
  3. Bulan basah pada tahun 1994 sampai dengan 1996 dimulai pada bulan November, namun berakhir pada bulan yang tidak sama. Tahun 1997 berawal di Desember 1997 dan berakhir pada Juli 1998 dengan diselingi oleh bulan lembab di Februari 1998.


Pola Curah Hujan Bulanan Stasiun Hasanudin, Ujung Pandang tahun 1994-1998
Masa tanam palawija
Masa tanam padi

Masa tanam padi dimulai jika curah hujan bulanan > 200 mm selama tiga bulan berturut-turut, sedangkan masa tanam palawija dimulai jika curah hujan bulanan > 100 mm selama tiga bulan berturut-turut.
  1. Masa tanam padi terjadi pada Januari dan Desember 1994, November 1995, Desember 1996, Maret dan Oktober 1998.
  2. Masa tanam palawija dimulai pada Januari dan November 1994, November 1995, November 1996, Maret dan Oktober 1998.
Secara garis besar dapat dilihat bahwa musim tanam padi dan musim tanam palawija terjadi hampir bersamaan. Namun demikian, masa awal tanam tersebut tersebar secara tidak merata dan tidak terpola setiap tahunnya. Hal ini menandakan adanya pergeseran musim tanam petani pada tahun 1994 hingga tahun 1998.

spacer