Showing posts with label Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan. Show all posts

Kebaikan Kecil

Terkadang kita tidak sadar akan kebaikan-kebaikan kecil di sekitar kita. Kebaikan kecil yang datang dari arah yang tidak diduga sebelumnya. Hingga di suatu malam hujan turun deras, seorang bapak pengemudi ojek online membantu penumpangnya mengenakan jas hujan bahkan menawarkan untuk menginap di rumahnya baru esok hari akan diantarkan ke tujuan.

Atau di suatu siang terik, seorang polisi muda membantu seorang bapak tuna netra menyeberang jalan raya hingga ke tempat yang aman, aku dapat menangkap senyuman dari bapak itu dengan jelas, sebuah ketulusan berbalas dengan senyuman ketulusan pula, sungguh suatu siang terik terasa menyejukkan. Tak jauh dari gerbang keraton, aku bertemu dengan seorang bapak tua yang sedang duduk di becak, dengan senyum dan ramah beliau menjelaskan kepadaku arah yang kutuju. Kami bertukar kecerian kecil di siang itu.

Taman Sari Ngayogyakarta (foto: Wido)

Pun ketika aku tertinggal kereta, petugas loket dengan sabar membantu mencarikan tiket yang sesuai untuk keberangkatan di malam yang sama. Atau seorang pasangan suami istri yang sudah masa pensiun dari pekerjaanya mempercayai aku sebagai pendengar beberapa kisah dari keduanya. Tentang perjalanan hidup yang penuh kejutan dan hal yang sama sekali tidak pernah diduga. Tentang sebuah risiko menggenggam erat idealisme, risiko untuk dibenci tidak disukai dan karier, tapi yang pasti beliau yakin kebaikan dan kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri.

Dan tentang seorang graduated asal NTU Singapore yang dengan ramah menceritakan beberapa perjalanan ke Malang, Jogja dan Taiwan termasuk hobi dia bersepeda, bersepeda dari Prawirotaman ke Prambanan atau pernah bersepeda mengelilingi setengah Taiwan via jalur pantai timur. Banyak hal yang aku dapatkan dari perjalanan singkat yang bahkan tanpa terencana. Dan kini saatnya kembali ke realita, melihat dengan terbuka kebaikan kecil di sekitar kita.

spacer

Heart of Java Adventure

(atas paling kiri - bawah paling kanan : Ibni, Yoga, Wido, M Arief, Miqdad, Fidelis dan Pras)
lokasi: di kawah Gunung Bromo


Ini adalah sebuah perjalanan bersama para sahabat waktu kami masih di kampus dulu, perjalanan yang akan selalu dikenang dan tidak akan bisa kita lupakan seumur hidup kita. Perjalanan penuh liku dan warna. Perjalanan menggunakan roda dua dalam waktu 7 hari (11 -18 Januari 2013) membelah jantung Pulau Jawa dengan segala keindahannya. Sebenarnya banyak perjalanan yang telah kami lakukan bersama sahabat, namun inilah yang cukup jauh dan menantang. Sedikit menengok kembali ke belakang perjalanan yang sudah kita lakukan kawan:
  1. 7 - 8 Oktober 2011 : Tangkuban Perahu, Bandung
  2. 12 -13 Oktober 2012 : Ujung Genteng, Sukabumi
  3.  8 - 11 April 2012 : Dieng Adventure
  4.  1 - 2 September 2011 : Camping fun @Sukamantri
  5.  5 September 2012 : Gunung Padang Expedition, Cianjur
  6.  8 Desember 2012 : Waduk Cirata - Curug Ciawi, Bandung



Java, most ‘crowded’ island in Indonesia, having various landscape. Tourism objects are well managed in Java, unless a few, not yet managed. Last January, we have a road trip, using motorbikes, visiting many objects, both well-known and unknown objects, that may consider to represent “This is Java, beautiful island in Indonesia” .Stay tune for our complete riding report (Fidelis Awig, 2013)

Let's start !

PREVIEW

"This is Java, beautiful island in Indonesia"

Jawa, sebuah pulau dengan penduduk terpadat di negara ini, Indonesia, memiliki landscape yang beragam, hasilnya adalah objek wisata yang dikelola dengan baik oleh penduduknya, dan ada beberapa yang belum terjamah. Januari lalu, kita menjelajah sebagian kecil jalanan di Pulau Jawa, menggunakan sepeda motor, mencoba mengunjung objek-objek wisata yang kita anggap mampu mewakili, “Ini loh Pulau Jawa, pulau cantik di Indonesia”, baik objek wisata yang baru maupun yang sudah populer . tunggu liputan lengkapnya :D
Baca selengkapnya...


PREPARATION

"Sedia payung sebelum hujan, prepare prepare !"


Persiapan dimulai sejak jauh-jauh hari. Kami menyiapkan fisik, motor, dan tentunya dana. Kami mencoba memaksimalkan semua sumber daya yang ada, agar semua tujuan pada perjalanan kali ini dapat tercapai seluruhnya. Persiapan fisik, kalo gue pribadi (Fidelis), beberapa minggu sebelumnya, udah lari-lari kecil muterin kampus, paling nggak, selain otak, otot juga perlu disiapin bro :D.  Persiapan motor, perjalanan kali ini, gue memilih pake Pulsar 200, padahal sebelumnya niat bawa Karisma X 125, sayang baru turun mesin, kudu inreyen dulu menurut mekanik. Pertimbangan lainnya adalah, gue pengen mengeksplorasi tenaga dan ketahanan mesin India. Pulsar 200 cuman gue servis ringan+ganti oli, sambil lengkapin beberapa spare part dan tentunya toolkit. Motor-motor lain yang dipastikan ikut, yaitu Pulsar 180, Jupiter MX, Absolute Revo, Supra X 125, persiapannya kurang lebih sama kaya persiapan gue. Persiapan dana, supaya hemat, kita patungan, membatasi menu makanan, dan membatasi untuk menginap di tempat berbayar(nyarinya yang murah atau gratisan sekalian


PART 1 - The Road Nomads


"I love the feeling of the fresh air on my face and the wind blowing through my hair (Evil Knievel)"


Liburan semester telah tiba, maka tiba pula waktunya buat menikmati liburan. Liburan kali ini telah direncanakan sejak jauh hari, jadi persiapan yang dilakukan pun tidak main-main. Fisik, Kendaraan, hingga keuangan telah disiapkan semua. Jumat, 11 Januari 2013, kami bersepakat untuk berkumpul di Pom Bensin Kelapa Dua, untuk memulai perjalanan menjelajah pulau Jawa.

Oh ya, kali ini perjalanan diikuti oleh tujuh orang, yaitu saya, Wido, Miqdad, Pras, Ibni, M. Arief, dan Yoga. Semua berkumpul tepat pukul 4 sore, perjalanan dimulai dengan doa dan harapan bertemu cuaca dan jalanan yang baik, mengingat bulan Januari adalah musim hujan, saat kami berangkat pun mendung sudah menggantung di langit.


PART 2 - Bromo is Great



"Beautiful Bromo, Wonderful Indonesia"

Setelah puas mendinginkan kerongkongan di Bangil, dengan jus buah segar :D, Jam 1 siang kembali berlanjut ke arah Pasuruan (untuk kemudian ke Bromo), jalan yang mulus dan lebar (khas Jawa Timur kah?)  kembali menemani putaran roda sepeda motor. Sempat bertemu bus yang memajang tulisan Surabaya – Ambulu – Jember, membawa ingatan saya kembali ke 10 bulan yang lalu, saat Kuliah Lapang 3 di Jember. Ternyata Pasuruan sudah dekat, 80 kilometer lagi dari Bangil, dan kami terus saja berjalan ke arah Bromo ‘main objective’ perjalanan kali ini. 

Di Pasrepan, kota kecamatan terakhir yang ada sebelum Bromo, kami beristirahat, merebahkan badan, di masjid yang cukup nyaman, di kejauhan sudah terlihat hijaunya pegunungan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tidak sabar rasanya menuju ke sana. Setelah beristirahat, tidak lupa mengisi kembali perbekalan yang sudah mulai menipis, untungnya ada semacam minimarket milik pesantren, kami membeli beberapa botol minuman, beberapa bungkus roti dan biskuit, dan tak lupa minuman bersoda untuk bekal selebrasi nanti.


PART 3 - Pulang (ke) Jogja


Setelah puas mengisi perut dan menginap di Pare, jam 6 sore kami berangkat dari penginapan (setelah sebelumnya mengambil motor Yoga yang turun mesin dalam waktu 12 jam saja). Rute yang kami malam ini adalah Pare – Kediri – Ngawi – Sragen – Surakarta – Jogja.
Sempat mampir untuk foto-foto sebentar di monumen Simpang Lima Kediri, yang bentuknya mirip sekali dengan Arc de Triomphe, di Paris, Perancis cuma ukurannya yang lebih kecil. Taman yang tertata rapi, dan cahaya lampunya yang benderang mampu memukau mata saya yang haus pemandangan indah ini.
Baca selengkapnya...


PART 3 - Final Part



Setelah sebelumnya berpisah di Jogja, ternyata teman-teman tidak kuat menahan kantuk, malahan tidur dulu, daan tempatnya pun di pinggir sawah, sekitaran ruas Jogja-Wates, mungkin saking lelahnya, tempat di pinggir irigasi itu, terasa nyaman untuk ditiduri, tak peduli siang hari dan jadi perhatian orang yang melintas :p

Setelahnya, sebelum saya kembali bertemu di rumah M. Arief, teman-teman menyempatkan diri, mampir ke pantai (maklum, ingin melengkapi destinasi mulai dari gunung sampai pantai :mrgreen). Simpan box dan perlengkapan sebentar di rumah, langsung tancap ke pantai Menganti, Kebumen, medannya yang sulit dan fasilitas wisata yang belum lengkap, menjadikan pesonanya belum terlalu banyak dilihat orang, ini dia foto-fotonya, sayang menjelang gelap, sehingga hanya sedikit kesempatan mengambil foto.
Baca selengkapnya...


Berikut catatan perjalanan Tim Geo Adventure 11 - 18 Januari 2013 dari Bro Yoga Afriyadi:


Jumat, 11 Januari 

(15.00) : Berkumpul di SPBU Kelapa Dua Depok
(16.00) : Berangkat diawali dengan doa bersama (Fidel, Ibni, Pras, Yoga , Miqdad,
Arief, Wido) dipimpin oleh Yoga
(18.30) : Shalat Magrib + Isya di Kosambi sebelum Cikampek
(20.30) : Makan malam di Pamanukan

Sabtu, 12 Januari
(02.00) : Istirahat di SPBU Muri Tegal
(03.30) : Berangkat menuju Semarang
(05.00) : Shalat Subuh di Pekalongan
(05.30) : Berangkat Menuju Semarang
(07.30) : Makan pagi di RM. Pantes Kaligawe Semarang
(08.30) : Istirahat Di SPBU daerah Semarang
(12.30) : Shalat + Makan Pecel + ganti Oli + ganti kampas rem belakang di Godong
(13.30) : Menuju Ngawi
(17.00) : Tiba di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur kab. Ngawi
(18.00) : Shalat + makan di Masjid Agung Ngawi
(19.00) : Berangkat Menuju Nganjuk
(23.00) : Istirahat menginap di Masjid daerah Nganjuk

Minggu, 13 Januari
(05.30) : Menuju Bromo via Pasuruan
(08.00) : Makan pagi di Mojokerto
(10.00) : Minum jus di Gempol
(11.30) : Istirahat menginap di Masjid di Paserepan sebelum desa Tosari
(13.30) : Berangkat menuju Bromo via Tosari
(15.00) : tiba di Penginapan Desa Tosari

Senin, 14 Januari
(03.30) : Menuju Penanjakan untuk melihat sunrise
(04.30) : Tiba di Penanjakan
(05.00) : Shalat Subuh
(07.00) : menuju padang pasir Bromo
(08.00) : Tiba di padang pasir G. Bromo dan G. Batok
(09.00) : Naik ke kawah G. Bromo
(10.00) : Makan Bakso di padang pasir G. Bromo
(10.30) : Menuju Batu Malang
(11.30) : Makan siang + Shalat di rumah warga desa Tumpang
(13.00) : Menuju Batu Malang
(14.00) : Ke bengkel CASTROL kota Malang
(16.30) : Makan di daerah Payung Batu Malang
(17.30) : Menuju Pare Kediri
(20.00) : Menginap di Kampung Inggris Pare Kediri

Selasa, 15 Januari
(07.30) : ke bengkel Galaxi Motor AHASS Pare Kediri
(08.00) : Makan Pagi
(08.30) : ke bengkel Fajar Motor Pare Kediri
(16.00) : Makan siang dekat penginapan Pare Kediri
(16.45) : Ambil motor di Fajar Motor
(18.15) : Shalat Magrib Isya
(18.30) : Menuju Jogja
(22.00) : Makan malam di SPBU 54.63208 (mantingan)

Rabu, 16 Januari
(02.30) : Istirahat menginap di Masjid depan Candi Prambanan
(05.30) : Menuju kota Jogja
(07.30) : Makan pagi di Malioboro Jogja
(08.00) : Menuju Gombong
(08.30) : Istirahat tidur di Purworejo pinggir sawah
(09.30) : Menuju Gombong
(11.00) : Minum Es Campur di Masjid Agung Purworejo
(14.00) : Tiba di rumah Arief desa Gandisari Gombong (Menginap)
(17.00) : Menuju Pantai Menganti Kebumen
(18.00) : Kembali ke rumah Arief

Kamis, 17 Januari
(08.00) : Menuju rumah Ibni di Cilacap
(12.30) : Shalat sebelum di Cilacap
(15.00) : Tiba di rumah Ibni di Cilacap
(17.00) : Menuju pemandian air panas
(19.00) : Istirahat di rumah Ibni di Cilacap

Jumat, 18 Januari
(00.00) : Menuju Jakarta via Bandung dari Cilacap
(05.00) : Shalat Subuh di SPBU sebelum Bandung
(08.00) : Makan pagi di Cianjur
(10.00) : Berpisah di Pajajaran Bogor, dipimpin Wido
(11.30) : Sampai di rumah masing2

Terimakasih kepada:
1. Orang Tua
2. Saudara
3. Teman yang mendukung perjalanan ini
4. Pras, Fidel, Ibni, Miqdad, Arief, Wido, Yoga
5. Bpk. Fredy, Galaksi Motor Jl. PB. Sudirman Pare Kediri
6. Bpk. Hari, Fajar Motor Jl. HOS. Cokroaminoto Pare Kediri
7. Keluarga Arief
8. Keluarga Ibni
9. Turis dari Singapur yang udah bantu foto
10. dan lain-lain yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu

Mohon maaf kepada:
1. Supir Truk yang di salip oleh rombongan GEO Adventure
2. Komunitas motor yang tidak sempat kami sapa
3. Orang-orang yang telah kami repotkan...


Dokumentasi video selama perjalanan Geo Adventure:



Kiri - kanan : Ibni, Miqdad, Pras, Wido (bawah), M Arief (bawah), Yoga, Fidelis


spacer

Mandi Air Panas di Gunung Pancar, Segar dan Sehat !

Taman Wisata Alam Gunung Pancar
Sudah lama raga ini tidak jalan-jalan menikmati indahnya ciptaan-Nya. Alhamdulillah pada hari Minggu tanggal 15 Juni 2014, saya berkesempatan untuk menikmati jalan-jalan kembali, walaupun sebenarnya bukan dengan alasan jalan-jalan, tetapi berobat. Dan tujuan lokasi kali ini adalah Gunung Pancar yang terletak di Kab. Bogor.

Saya berangkat dari rumah di Cibubur naik angkot jalur 121 menuju ke terminal Kampung Rambutan. Sesampainya di terminal, karena perut sudah keroncongan, maka saya cari makan terlebih dahulu dan pilihan jatuh pada soto lamongan yang terletak di pintu keluar terminal. Tidak lama kemudian, gerimis hujan mulai turun, alhamdulillah bus jurusan Citeureup sudah datang dan bus berangkat pukul 12.18. Sampai di tol Jagorawi ternyata hujan cukup lebat. Untuk ongkos bus ke arah Citeureup cukup terjangkau yaitu Rp. 6000. Di jalan rasa ngantuk mulai menyerang, akhirnya tidak lama tertidur. Belum terasa nikmatnya tidur, bus ternyata sudah keluar di pintu tol Citeureup.


Lokasi Pemandian Air Panas Gunung Pancar, Bogor

Karena memang dari awal sengaja tidak mencari tahu informasi moda transportasi yang sampai ke lokasi tujuan yaitu pemandian air panas Gunung Pancar, maka kompas mulut memang pilihan paling tepat saat itu. Saya pun naik angkot warna hijau jalur 08, kata abang angkot nanti turun di pertigaan yang ke arah Sentul nanti nyambung lagi angkot jalur 44 warna biru jurusan Sentul. Ongkos angkot 08 sampai pertigaan jalan pahlawan (arah sentul) Rp 2.500. Untuk angkot biru jalur 44 ongkos pada saat itu kalau tidak salah ingat Rp 6.000, turun di terminal Madang. Perjalanan saya lanjutkan dengan ojek, tadinya tawar menawar deal-nya Rp 20.000, setelah sampai atas saya tambah lagi Rp 10.000 jadi total Rp 30.000, kasihan sudah tua dan jaraknya lumayan juga.
Pintu Masuk ke Taman Wisata Gunung Pancar
Setelah sampai di atas kita masuk ke pintu gerbang lagi, tepatnya di pintu gerbang pemandian air panas, membayar tiket masuk per orang dewasa @Rp 10.000. Untuk mobil @ Rp 4.000 sedangkan motor @Rp 2.000. Serunya di sini suasana alami dan dibuka 24 jam, jadi bisa datang kapan saja, malam pun boleh kalau sudah terasa penat sekali.
Loket tiket air panas

Karena sudah tidak sabar lagi, maka saya segera menuju ke tempat pemandiannya. Di area pemandian dibagi menjadi dua ada kolam umum (sudah tidak bayar lagi) ada juga kamar pemandian (di sini harus membayar lagi). Untuk kamar pemandian tiketnya per 15 menit @Rp 15.000.  Di dalamnya disediakan bak untuk mandi dan ruangan kamar mandi yang cukup luas dan nyaman untuk terapi, juga ada dua kran yang sebelah kanan kran untuk air dingin dan di sebelah kana kran untuk air panas, sehingga bisa diatur tingkat panasnya. Saya ingin mencoba yang kolam air panas terlebih dahulu. Byur, baru kaki yang menyentuh air panas, langsung saya angkat kembali karena saking panasnya, tidak cukup kuat ternyata saya di sini. Saya coba lagi perlahan-lahan walaupun sambil menahan rasa panas, tetapi badan tidak masuk semua karena cukup panas, jadi hanya memasukkan kaki dan tangan. Saat itu juga ada wisatawan dari India yang datang untuk mencoba mandi air panas di kolam tempat saya mandi juga. "natural hot spring", kata mereka. Yes sir, u ar right. Saya hampir lupa untuk kolam mandi air panas di sini dipisah antara laki-laki dan perempuan, jadi jangan khawatir :)
Kolam mandi air panas (laki-laki)
Setelah puas berendam, kaki dan tangan maksudnya, saya mencoba untuk mandi terapi di kamar mandi yang saya sebutkan di atas tadi. saya juga mencoba mandi dengan menggunakan belerang yang dijual di sana dan ternyata memang asyik dan "adem". harga per bungkus belerang @Rp 10.000. Saya membeli 4 pada waktu itu, 2 untuk mandi di sana, sisanya saya bawa pulang dan sampai sekarang belum saya pergunakan untuk mandi belerang lagi di rumah, heheheh.
Kamar mandi terapi

Selain mandi air panas, bagi yang mau pijat juga bisa. Tukang pijatnya cukup profesional dan tentunya membuat badan lebih rileks dan terasa segar kembali untuk beraktivitas lagi. Bagi yang merasa kelaparan da haus, warung-warung makanan dan minuman juga banyak tersedia di sekitas sini, silahkan tentukan pilihan Anda sendiri !
Pijat terapi
Warung makanan dan minuman

Toilet dengan sumber air yang selalu mengalir
Setelah puas berendam, saya pun menyudahi mandi terapi air panas dengan belerang tersebut, bada terasa lemas , namun segar kembali. Tidak terasa rasa haus pun mulai menyerang, saya membeli minum aqua untuk dibawa bekal pulang juga. Mandi air panas di sini menyegarkan, alami dan menyehatkan, kapan lagi coba rekreasi yang sehat dan alami yang tidak jauh dari ibukota.

Berikut tips-tips pada waktu berkunjung ke Pemandian Air Panas Gunung Pancar:

  1. Sebaiknya membawa kendaraan sendiri baik motor maupun mobil, karena angkot hanya sampai karang tengah, ke atas lagi harus naik ojek juga.
  2. Kalaupun memang sengaja mau naek angkot, harus mencari informasi yang detail terlebih dahulu dan tanyakan tarifnya agar jelas, kalau mau ngojek juga harus jelas dealnya, agar tidak kemalahan. Kalau membawa mobil bisa keluar melalui pintu tol yang dekat Bellanova Sentul/Sentul Selatan
  3. Sebaiknya makan dulu dari rumah dan minum air putih yang banyak sebelum mandi air panas, karena kalau belum makan bisa menyebabkan kita lemas dan dehidrasi sehabis mandi air panas. Mandi juga jangan lebih dari 15 menit, agar tubuh kita tidak kekurangan cairan.
  4. Jangan khawatir kalau Anda lapar dan haus, karena di sekitar pemandian terdapat banyak warung makanan dan minuman.
  5. Kalau ke Gunung Pancar kemalaman sepanjang jalan kondisi penerangan kurang bahkan tidak ada, jadi harus berhati-hati.

Pohon pinus di samping kanan-kiri jalan ke air panas
Gerbang Masuk ke Pemandian Air Panas
Tarif Masuk Taman Wisata Gn. Pancar
Tiket Masuk Air Panas @Rp 10.000


spacer

Lost in Chiba, Japan (1)


Alhamulillah, 
akhirnya setelah perjalanan selama kurang lebih 15 jam, saya (Wido), Fidel, Aziz sampai juga Chiba University International Student Housing, Japan. 

Kisah bermula dari sini........
Banyak lika-liku perjuangan panjang untuk pergi ke negeri matahari terbit ini. Dimulai dari pembuatan dan pengiriman abstrak oleh tim  yang hebat (Miqdad, Ibni, Fidel, Aziz, Wido) ke panitia IJJSS Chiba 2012. 
Hal yang tidak kami duga, bahwa kedua  abstrak yang kami kirim tersebut lolos seleksi, sehingga harus mengirimkan full paper tersebut. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, kami mulai bergerak membuat proposal sponsorship dan mengirimkan proposal tersebut kepada beberapa pihak yang tidak perlu disebutkan di sini, karena pada akhirnya kami hanya mendapat bantuan dari pihak Pusat Penelitian Geografi Terapan (PPGT) dan dari Universitas Indonesia. Terima Kasih PPGT dan UI !
Sedangkan untu penulis sendiri, saya yakin bahwa siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya, dan apapun yang terjai saya harus berangkat. Alhamdulillah penulis dapat dukungan dana dari berbagai pihak. 

Sudah h-1 minggu menjelang keberangkatan, kami masih bingung siapa saja yang berangkat. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan yang cukup sulit, kami bertiga yang berangkat ke Jepang (Wido, Aziz, Fidel). Semoga, dua sahabat saya yang hebat bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik dari kami, semoha paper TICA lolos dan bisa berangkat bulan Desember nanti ( semangat boy,). Hari selasa, kami berangkat membeli tiket pesawat dang mengurus visa. Ada cerita menarik seputar pembuatan visa dan pemeblian tiket peawat ke Jepang. Kami bertiga (Wido, Fidel, Aziz) pagi-pagi pukul 08.00 WIB janjian untuk bertemu di St. Jakarta Kota.

#continued Lost Chiba, Japan
spacer

IJJSS Chiba Japan 2012

Tulisan ini diterbitkan dalam majalah Geospasial Volume 10 / No. 3 / Desember 2012 ISSN No. 1858 - 3725 Download Majalah

Jejak Petualangan Anak Geografi UI 2009 di Negeri Matahari Terbit
 (The 5th Indonesia Japan Joint Scientific Symposium (IJJSS) Chiba, Japan 2012)


IJJSS (Indonesia Japan Joint Scientific Symposium) dimulai pada tahun 2004. IJJSS adalah kegiatan utama yang merupakan hasil kerjasama atau kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Chiba University. Pertama kali, kegiatan ini diadakan di tahun 2004 di Chiba University, Jepang. Dan di tahun ini, Chiba University kembali terpilih untuk menjadi tuan rumah The 5th IJJSS ini di selenggarakan pada tanggal 25 sampai 28 Oktober 2012. Simposium ini diselenggarakan untuk menjadi wadah atau tempat berbagi dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu di bidang sains dan teknologi. Simposium dihadiri 115 partisipan berasal dari delapan negara berbeda, dan sebanyak 9 Perguruan Tinggi dari Indonesia berpartisipasi dalam simposium kali ini. Selain itu juga dalam symposium ini  terdapat 14 sesi diskusi terkait tema-tema saintifik. Adapun misi dari acara ini adalah untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dan para peneliti dari Universitas di Jepang dan Universitas di Indonesia untuk mengemukakan ide dan gagasan, agar dapat merangsang terciptanya para ahli sehingga memberikan sumbangsih bagi kemajuan ilmu pengetahuan. 

Pada kesempatan kali ini, alhamdulillah kami (Wido Cepaka Warih, Fidelis Awig, Abdul Aziz) dari Geografi UI angkatan 2009 mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara ini dengan mengirimkan dua paper yang berjudul “Prediction of Geothermal Manifestations Area Using Aster Imagery in North Sukabumi, West Java, Indonesia” dan “Carbon Stock Estimation of Peatland use Alos Palsar in Kampar Peninsula, Riau Province, Indonesia”. Pada awalnya tim kami yang berjumlah lima orang yang terdiri dari Wido Cepaka Warih, Ibni Sabil, Miqdad Anwarie, Fidelis Awig dan Abdul Aziz berniat untuk berangkat semuanya, tetapi dengan berbagai pertimbangan diputuskan hanya kami bertiga yang berangkat. Pada hari pertama tanggal 25 Oktober 2012 dimulai dengan registrasi dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Prof. Koichi Ito selaku ketua penyelenggara IJJSS Chiba 2012. Pada kesempatan ini pihak dari Universitas Indonesia diwakili oleh Bapak Bambang selaku Dekan dari Fakultas Teknik. Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan presentasi paper bertempat di Academic Link, Chiba University Library. Kami mendapatkan jadwal presentasi hari pertama di bidang Remote Sensing dengan kode RS08. 

Di sesi kali ini kami banyak belajar bahwa proses dalam mencapai suatu tujuan itu sangat penting dan apapun yang kita lakukan saat ini akan berarti bagi perjalanan hidup kita kelak. Kita belajar bagaimana berbicara di depan civitas akademika dari berbagai negara (masyarakat internasional), bagaimana menerima kritikan dan pendapat dari peserta serta dukungan terhadap penelitian yang kami lakukan saat ini agar jangan berhenti sampai di sini, diharapkan untuk melanjutkan penelitian tersebut. Selain oral presentation, kami juga menyertakan poster untuk paper dengan judul “Carbon Stock Estimation of Peatland use Alos Palsar in Kampar Peninsula, Riau Province, Indonesia”. Program IJJSS 2012 pada hari pertama diakhiri dengan pameran poster di Center for Environment Remote Sensing (CEReS).

Program hari kedua IJJSS 2012 masih dilanjutkan dengan presentasi paper dari 9 tema diskusi dimulai dari pukul 08.30 sampai pukul 15.00 waktu setempat. Malam harinya, merupakan acara yang kami tunggu-tunggu sekaligus penutupan IJJSS 2012 ini, yaitu makan malam bersama (Banquet) dengan sistem standing party dimulai pada pukul 19.00 waktu setempat bertempat di Colza, Keyaki Kaikan Hall. Dalam acara makan malam ini tersedia berbagai ragam makanan khas Jepang yang tersaji di meja dengan minuman salah satu yang khas dan sudah dikenal adalah sake. Akan tetapi, kita minum untuk jenis minuman yang satu ini, diganti dengan minuman lain berupa jenis sirup dengan rasa yang khas agak keasaman. Pada acara malam hari yang cukup istimewa ini diakhiri dengan pembagian sertifikat kepada peserta IJSS 2012. Walaupun secara resmi acara IJJSS 2012 ditutup pada malah hari ini, bukan berarti acara berhenti sampai di sini, karena masih ada acara pamungkas yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta IJJSS 2012 pada hari Minggu, 28 Oktober 2012 yaitu jalan-jalan ke Danau Kawaguchi, Radar Dom dan tentunya Gunung Fuji. Hampir lupa pada hari Jumat, 26 Oktober 2012 kami yang beragama Islam melaksanakan sholat Idul Adha di Kampus Chiba. Sungguh sangat mengharukan dapat melaksanakan ibadah dalam berbagai keterbatasan.

Tibalah saat hari penantian tersebut, waktunya jalan-jalan bersama seluruh peserta dan panitia IJJSS 2012. Pagi hari Minggu, 28 Oktober 2012 pukul 07.00 waktu setempat kami berkumpul di gedung CEReS lantai 1 untuk briefing dan pembagian tanda pengenal peserta IJJSS 2012. Setelah semuanya berkumpul, petualangan pun dimulai dengan tujuan awal yaitu Pos ke-5 Gunung Fuji. Sungguh indah pemandangan di kanan-kiri jalan memasuki kawasan Gunung Fuji berupa paduan antara dedeauan warna hijau, kuning dan merah menghasilkan paduan warna yang indah, karena pada waktu itu sedang musim gugur. Setelah sampai, kami mulai merasakan dinginnya suhu udara di pos ke-5 tersebut hampir mencapai minus 2 derajat, tidak selang berapa lama, saya merasakan turunnya butir-butir salju walaupun tidak terlalu banyak disertai dengan angina kencang dan hujan. Di sini kami bisa membeli oleh-oleh khas untuk orang-orang tercinta di Indonesia, walaupun harganya cukup merogoh kantong. Ada hal unik yang saya temui di sini, yaitu di setiap rak penjualan misalnya gantungan kunci terdapat tulisan “beli 10 gratis 1”. Sangat kenal bukan dengan tulisan itu, hal tersebut saya tanyakan kepada penjual dan ternyata cukup mengejutkan juga karena frekuensi pengunjung yang berasal dari Indonesia cukup tinggi.

Setelah cukup lama bersenang-senang menikmati indahnya gunung Fuji, petualangan dilanjutkan kembali menuju Danau Kawaguchi sekaligus makan siang bersama di sebuah rumah makan yang cukup terkenal di pinggir danau tersebut. Menu makan siang kali ini cukup istimewa bagi saya diantaranya terdapat sup dan sushi disertai dengan teh Jepang yang khas dengan rasa agak pahit di lidah saya. Sebenarnya dari danau ini saya bisa langsung melihat Gunung Fuji, tetapi pada saat itu kabut cukup tebal sehingga menghalangi pemandang di depan danau. Setelah puas berfoto di sekita danau, perjalanan dilanjutkan menuju tempat yang cukup menarik yaitu Radar Dom Museum. Tempat ini merupakan sebuah museum dari radar dom. Radar dom sendiri pada awalnya dipasang di puncak gunung Fuji untuk memantau aktivitas gunung tersebut, tetapi radar dom tersebut sekarang dipindahkan ke museum. Di dalam musem radar dom tersebut, saya mencoba untuk masuk ke dalam suatu ruangan yang suhunya diatur sama dengan di puncak gunung Fuji, sangat amat dingin sekali ternyata. Di sekitar museum kita juga bisa mengunjungi kuil tua yang ada dan membeli oleh-oleh. Akhirnya petualangan telah berakhir dan saatnya untuk kembali ke kampus Chiba. Sungguh, merupakan suatu kebahagiaan dan rasa syukur yang tiada terkira atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menginjakkan kaki di negeri matahari terbit, Jepang dengan segala aktivitas dan kebudayaan yang bisa kami pelajari. Alhamdulillah, terima kasih semuanya.
Lingkungan Kampus Chiba

Pada event IJJSS Chiba 2012 ini, ketua penyelenggara acara IJJSS 2012, Prof. Koichi Ito juga memberi apresiasi tinggi kepada semua peneliti dari 9 universitas dengan berbagai multidisiplin ilmu. Prof. Koichi Ito juga berharap dengan penyelenggaraan simposium internasional memperkuat kerjasama dalam pembelajaran dan penelitian antara universitas di Indonesia dengan universitas di Jepang. Begitu juga dalam pengembangan ilmu dan teknologi kedepan, dan telah disepakati untuk The 6th  Indonesia Japan Joint Scientific Symposium 2014 (IJJSS 2014) akan digelar di Universitas Gadjah Mada serta sebagai pamungkas, Universitas Chiba telah melakukan kerjasama (MoU) dengan 9 universitas tersebut. (@mas_wid)

IJJSS 2012



spacer

KKTAZ (Bagian 1)

KKTAZ ?
Apakah itu?
KKTAZ singkatan dari Kolej Kediaman Tun Ahmad Zaidi. Kolej in Indonesia it's means dormitory (Asrama). Inilah kolej kediaman kami (16 orang mahasiswa Geografi Universitas Indonesia) selama pelaksanaan program pertukaran pelajar dari tanggal 14 Juni-12 Juli 2011. Dibandingkan dengan beberapa kolej yang ada di Universiti Malaya, kolej ke-10 (baca: Kolej Kediaman Tun Ahmad Zaidi) merupakan kolej khusus untuk mahasiswa international baik itu yang study maupun pertukaran pelajar. 

Kolej ini terdiri dari 4 blok besar yang saling berdekatan, blok mahasiswa putra dan putri terpisah serta tidak boleh ada mahasiswa putra yang memasuki kolej mahasiswa putri, begitu juga sebaliknya. Ada beberapa hal yang cukup unik di kolej ini, salah satunya adalah terlihatnya banyak monyet (red: monkey) yang berkeliaran di sekitar kolej bahkan di dekat kamar kami. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi kami, justru sebagai suatu hiburan yang menarik di kala stress menghadang. Ada satu hal yang patut kita pegang, jika kita tidak mengganggu, maka kita juga tidak akan diganggu, begitulah kehidupan bersanding dengan kera.
Beberapa mahasiswa Geografi UI di lobi kolej Tun Ahmad Zaidi

Kemudian, hal yang cukup memfasilitasi adalah tersedianya fasilitasi wifi di kolej bahkan di tandas pun (baca: kamar mandi) masih bisa mengakses fasilitasi wifi tersebut. Terkadang hal itu sangat memanjakan kami, tetapi di sisi lain juga sangat membantu kami dalam mengerjakan assigment dari lecturer dan dalam hal berkomunikasi dengan orang tua serta beberapa teman di Indonesia. Inilah salah satu kelebihan fasiltasi semua kolej di Universiti Malaya dibandingkan dengan asrama mahasiswa di Universitas Indonesia. Semoga dengan adanya fasiltas tersebut, bukan untuk memanjakan diri, tetapi untuk mengupgrade diri menuju ke hal-hal yang positif.

bersambung ......





spacer

Lokasi PSEG 2010 di Desa Parakan Salak


Program Studi Ekskursi Geografi (PSEG) 2010 akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Januari 2011 di desa Parakan Salak, Parakan Salak, Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satu dari rangkain acara PSEG kali ini adalah simulasi dan pengenalan Pra Kuliah Lapang Geografi. Di lokasi PSEG ini terdapat berbagai macam obyek studi Geografi dalam geomernya masing-masing. Terdapat obyek geomorfologi, hidrologi, geologi, ekologi lingkungan, geotermal. Obyek tersebut antara lain sungai yang mengapit lokasi PSEG. Dalam kajian sungai, maka bisa dianalisa orientasi sungai melalui peta dengan metode rescection maupun intersection, jenis sungai, bentukan, jenis aliran, nama sungai, morfologi sungai, batuan, lereng, debit, penampang sungai.



Di lokasi juga bisa diteliti jenis tanah dan tebal solum, geologi di daerah tersebut. Selain itu juga terdapat kajian tutupan vegetasi dan simulasi perhitungan dengan metode transek dan persebarannya. Nantinya juga akan simulasi penggunaan helling untuk mengukur kemiringan lereng, trekking & navigasi dengan GPS. Semakin ke atas kita akan menemui objek yang cukup menarik yaitu Cipanas, Kawah Anjing, Kawah Citaman, kolam lumpur air panas dan air terjun.



So, banyak hal-hal seru yang hanya akan kamu temukan di PSEG 2010. Begitu besar ciptaan Allah yang harus kita syukuri. Dan dalam PSEG akan ada Geografi Peduli sebagai wujud kepedulian Geografi pada lingkungan dan masyarakat dan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Buktikan bahwa kita adalah anak Geografi yang peduli dan bermanfaat bagi semua. Dan yang paling penting akan ada Ramah Tamah Keluarga Besar Geografi UI. Di sini, kita akan merasakan menjadi bagian dalam sebuah keluarga. Kita mengenal alumni Geografi yang sudah berkecimpung di mana-mana dan sebagai relasi atau link kekeluargaan yang sangat kita butuhkan baik sekarang maupun nanti. Dalam PSEG ini, kita secara ceremonial diterima menjadi bagian dari Keluarga Besar Geografi UI.



Siapkah berkontribusi untuk Geografi tercinta!!!

Akses menuju lokasi PSEG:
Akses dari pintu keluar tol Ciawi:
naik angkutan warna biru jurusan Sukabumi-turun di pertigaan Parakan Salak-Naik Angkot warna merah jurusan Parakan Salak-berhenti di sub terminal angkot Parakan Salak-naik ojek/motor menuju lokasi (Camp)

Akses via kereta:
naik kereta dari st bogor sore hari sekitar pukul 5, naik kereta bumi geulis jurusan sukabumi-turun di stasiun Parung kuda-Naik Angkot warna merah jurusan Parakan Salak-berhenti di sub terminal angkot Parakan Salak-naik ojek/motor menuju lokasi (Camp)



Peta Online Lokasi PSEG 2010


View Lokasi PSEG 2010 in a larger map
spacer

Kajian Studi PSEG 2010 di desa Parakan Salak

Program Studi Ekskursi Geografi (PSEG) 2010 akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Januari 2011 di desa Parakan Salak, Parakan Salak, Sukabumi, Jawa Barat.
Salah satu dari rangkain acara PSEG kali ini adalah simulasi dan pengenalan Pra Kuliah Lapang Geografi. Di lokasi PSEG ini terdapat berbagai macam obyek studi Geografi dalam geomernya masing-masing. Terdapat obyek geomorfologi, hidrologi, geologi, ekologi lingkungan, geotermal. Obyek tersebut antara lain sungai yang mengapit lokasi PSEG. Dalam kajian sungai, maka bisa dianalisa orientasi sungai melalui peta dengan metode rescection maupun intersection, jenis sungai, bentukan, jenis aliran, nama sungai, morfologi sungai, batuan, lereng, debit, penampang sungai.

Di lokasi juga bisa diteliti jenis tanah dan tebal solum, geologi di daerah tersebut. Selain itu juga terdapat kajian tutupan vegetasi dan simulasi perhitungan dengan metode transek dan persebarannya. Nantinya juga akan simulasi penggunaan helling untuk mengukur kemiringan lereng, trekking & navigasi dengan GPS. Semakin ke atas kita akan menemui objek yang cukup menarik yaitu Cipanas, Kawah Anjing, Kawah Citaman, kolam lumpur air panas dan air terjun.

So, banyak hal-hal seru yang hanya akan kamu temukan di PSEG 2010. Begitu besar ciptaan Allah yang harus kita syukuri. Dan dalam PSEG akan ada Geografi Peduli sebagai wujud kepedulian Geografi pada lingkungan dan masyarakat dan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Buktikan bahwa kita adalah anak Geografi yang peduli dan bermanfaat bagi semua. Dan yang paling penting akan ada Ramah Tamah Keluarga Besar Geografi UI. Di sini, kita akan merasakan menjadi bagian dalam sebuah keluarga. Kita mengenal alumni Geografi yang sudah berkecimpung di mana-mana dan sebagai relasi atau link kekeluargaan yang sangat kita butuhkan baik sekarang maupun nanti. Dalam PSEG ini, kita secara ceremonial diterima menjadi bagian dari Keluarga Besar Geografi UI.

"Geografi Peduli, Geografi Beraksi"
-Salam hangat Panitia PSEG 2010-

PSEG 2009 @ Curug Luhur
Geografi 2009 @ PSEG
Camp PSEG
Resection and Intersection
spacer

Laporan Perjalanan Tim Relawan UI ke Merapi part 1

Hari Pertama

Tim berangkat dari kampus UI Depok menuju Yogyakarta hari Jumat, 29 Oktober 2010 pukul 20.00. Tim beranggotakan 11 orang yang terdiri:

1. Choky Ramadhan (FH)
2. Hafizh Alfath (FH)
3. Wido C. Warih (FMIPA)
4. April (FMIPA)
5. Muhammad Arief (FMIPA)
6. Naimah Lutfi (FISIP)
7. Rona (FIK)
8. Resty (FK)
9. Helmi (FT)
10. Budi Haryanto (Menwa)
11. Fajar K. (Menwa)

Penanggung Jawab tim yaitu Choky Ramadhan, dengan koordinator tim April. Rencananya Tim Relawan UI akan mendistribusikan bantuan di Cangkringan bekerjasama dengan Dompet Dhuafa. Tim Relawan UI berangkat dengan 5 orang relawan Teknik yang akan bekerja sama dengan UGM. Bantuan yang dibawa oleh tim yaitu:

- 150 kilogram Beras

- 15 Promina biskuit Bayi

- 10 Biskuit Roma

- 20 Mitu Sabun

- 10 Bagus Tisu basah

- 2 tisu gulung

- 20 Pack sikat gigi

- 50 odol ciptadent

- 50 sabun fresh

- 50 shampoo lifebouy

- 5 pampers

- 10 dus indomilk susu cair

- 7 softtex

- 5 bedak salicil bulat

- 4 minyak kayu puyih sidola

- 8 minyak kayu putih caplang

- 5 box masker

- 3 botol minyak tawon

- 1 box visine

- 5 minyak telon cap lang

- 20 BH

- 30 Celana dalam anak

- 30 Celana dalam dewasa

- 2 Mukena

- 3 Selimut

- Puluhan potong pakaian layak pakai

Dengan total sekitar Rp. 2.900.000,-

Tim tiba di Yogyakarta Hari Sabtu, 30 Oktober 2010 pukul 9.30 dengan keadaan jalanan kota Yogyakarta sudah diselimuti abu. Abu tersebut akibat erupsi Merapi Sabtu dini hari pukul 01.00. Setelah beristirahat dan bersiap, Tim bergerak menuju Cangkringan pukul 11.00 untuk memberikan dan mendistribusikan bantuan. Pukul 13.42 tim tiba di Cangkringan namun ternyata di Cangkringn baik jumlah relawan maupun logistik sudah mencukupi. Dari Cangkringan tim relawan diarahkan oleh kepala posko Wukirsari (Mas Ibeng Dompet Dhuafa)untuk menuju Banaran, Srumbung, Magelang. Lokasi pengungsian ini maih kekurangan logistik, SDM, prasarana untuk mendistribusikan logistik dan belum ada tenaga medis. Uniknya, terdapat pula tempat pengungsian hewan ternak agar warga tidak sulit untuk dievakuasi menuju pengungsian karena lebih memilih untuk menjaga harta mereka.

Tim melaksanakan rapat koordinasi dengan penanggungjawab posko Banaran pada 19.30 untuk membahas agenda esok hari dalam mendistribusikan logistik.

-Choky Risda Ramadhan (Wakil Ketua Bem UI 2010)
spacer