Showing posts with label Palestina. Show all posts
Showing posts with label Palestina. Show all posts

Al-Aqsha Kembali Mengudara Dengan Jangkauan Yang Lebih Luas



 
Gaza – Infopalestina: Setasiun televisi Al-Aqsha kembali menyapa jutaan pemirsanya dengan menyajikan beragam informasi di Timur Tengah melalui satelit baru, Nayelsat, Kamis (24/6). Disebutkan, satelit terbaru ini tidak tunduk pada hegemoni Eropa, dengan demikian, ia tidak akan terpengaruh, ungkap Samir Abu Husen, drektur program tv Al-Aqsha kepada infoplaestina kemarin.
Televisi Al-Aqsha kembali tayang pada jam 11.30 malam waktu setempat, menggunakan satelit Golf sat, sebuah perusahaan mediasi yang memungkinkan tayang di orbit Nayel Sat dan lebih luas jangkauanya.
Ia mengisyaratkan, frekuensi terbaru saat ini ada pada  11 595 Uhv yang dapat dicari pemirsa dalam frekuensi satelit, "Nilesat". Yang dapat diakses hingga  Amerika Selatan, Arab, Turki, Afganistan, Iran dan negara-negara tetatangga. (asy)

Sumber: http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7fiEPzDCM4%2ftuWUnEd9xU1ivrUWDX6NMfGTaUlPOpLXQjLc4midvzrgbdnHQqUOpxaaHS6GP69W8GMcA%2fK6lMJZiN%2bWQC8410LaHNzaDq%2bOw%3d
spacer

Mulai Sore Ini Listrik di Gaza Mati Total




 
Gaza - Infopalestina:  Ir. Kan’an Ubaid, wakil direktur otoritas listrik di Gaza mengatakan, pembangkit listrik di Gaza akan menghentikan operasinya mulai Jum’at sore ini (25/6) menyusul habisnya persediaan bahan bakar di sana.

Dalam pernyatan persnya kemarin (24/6) Ubaid menuding pemerintah Fatah berada di balik kelangkaan bahan bakar ini. Ubaid membantah tuduhan pihak Fatah bahwa perusahan pembangkit listrik Gaza tidak mengirimkan dana yang mereka kumpulkan dari warga Gaza untuk membeli solar. Ia menjelaskan, badan otoritas listrik Gaza telah mengirimkan sejumlah uang sebanyak dua juta dollar kepada pemerintah Fatah di Tepi Barat.
Dalam hal ini Ubaid menganggap departemen keuangan Ramallah bertanggung jawab atas berlanjutnya krisis di Gaza. Wawancara khususnya dengan infopalestina, Ubaid mengatakan, Gaza sedang menghadapi krisis listrik akibat dananya disunat pemerintah Ramallah, akibatnya pasokan bahan bakar tak mencukupi untuk membangkitkan mesin listrik satu-satunya yang ada di Gaza.
Sebelumnya, Zionis sudah menyunat pasokan bahan bakar dari jumlah yang diizinkan masuk Gaza, dari 2200 kubik menjadi 700 kubik saja perpekan. Akibatnya daya yang dihasilkan terus menurun. Kurang dari 25 megawatt dari biasanya 50 megawatt. Kondisi ini tentu berdampak pada sector riil di masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan perdagangan.
Pemerintah Ramallah tidak komitmen dengan kesepakatan dan inisiatif sejumlah sumber independent yang meminta keputusan solar Gaza dipenuhi. Pihak perushanaan yang berada di Gaza belum pernah menghentikan apa yang diinginkan pemerintah Ramallah, melalui perusahaan listriknya.
Dalam pada itu, Ubaid meminta semua pihak mendesak departemen keunganan Ramallah agar menghentikan aksinya yang sangat merugikan, terutama bagi anak-anak sekolah tingkat menengah dan sejumlah pasien di rumah sakit yang sangat membutuhkan aliran listrik di Gaza. (asy)

Sumber: http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s77hstcIqZ%2frzxxn8Z4erUlB%2bke30LafM9JabBNpnP4dDIYfm0jRM%2frC8RIdd7k37HQzvEbzF%2f6RUFnQA2BA%2bNsXSe3zufZp3dW10ilbFAhK4%3d
spacer

Imbas Pembajakan Freedom Fliotilla, Yunani Mulai Tuntut Elit Israel



 
Athena – Infopalestina: Pemerintah penjajah Israel terus dihantui ketakutan akan gelombang tuntutan hukum di mahkamah-mahkamah Eropa menyusul kasus pembajakan Israel terhadap armada kemanusian Freedom Flotilla. Sekelompok warga Yunani mengajukan tuntuta hukum atas sejumlah elit Israel karena dituding bertanggungjawab atas pembajakan disertai pembunuhan itu.
Harian Israel Yediot Aharonot menyebutkan kemarin, kedutaan besar Yunani di Israel menyampaikan kepada kementerian luar negeri Israel bahwa sekelompok penulis buku yang terdiri 30 orang dan perusahaan kapal laut Yunani pemilik kapal yang digunakan untuk relawan ke Gaza dalam waktu dekat akan mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan Yunani atas sejumlah pejabat Israel. Di antara pejabat Israel yang dijerat adalah Menhan Israel Ehud Barak, Menteri keamanan Dalam Negeri Yishak Aharonofets, Panglima Perang Ghabi Eskanazi, Panglima Angkatan Laut Elya'zar Marom dan pasukan komandoz laut Israel karena terlibat dalam tindakan kekerasan dan penyerasang terhadap armada kemanusiaan.
Tuntutan ini terdiri dari 10 pasal dakwaan di antaranya perampokan, pencurian dan pembajakan, serangan ilegal di laut, serangan fisik tanpa alasan yang dibenarkan, penyiksaan dan tudingan lainnya. (bn-bsyr)

Sumber: http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7ZVj0KLln%2bmGw8zcUOMakGwReItV7W9dOWus8E%2f7Oq%2f5zH41Xb0DE4bx4RGow%2b%2bdt%2fUzD1ypGG1WMiX25iJwox1IocZF7aQkha9x7vD45YBg%3d
spacer