Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Arti sebuah Passport


Berikut adalah artikel Rhenald Kasali yang dimuat di harian Jawa Pos tanggal 8 Agustus 2011. Very inspiring !
Passport
Oleh: Rhenald Kasali
Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.
Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.
Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.
“Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?”
Saya katakan saya tidak tahu. Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.
Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.
Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.
Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.
The Next Convergence
Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.
Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.
Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.
Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.
Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.
Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.
Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia

spacer

Annual Meeting of Science and Technology Studies (AMSTECS) 2011

Annual Meeting of Science and Technology Studies (AMSTECS) 2011 is a part of science and technology scholar meetings, which held by TheInstitute for Science and Technology Studies (ISTECS). We are invitingscientists, engineers, industrial and business practitioners toconvene and discuss about the global progress of science andtechnology developments and their vision about the sustainable futureof  Indonesia and the World.

SCOPE of TOPICS
The conference will mainly focus on followings topics, but not only
limited in:
- Agriculture and Food Security
- Life Science, Health and Medicine Technology
- New and Renewable Energy and Energy Saving Technology
- Technology and Management of Transportation
- Information and Communication of Technology
- Advanced Material Science
There will be also a special session on Indonesia human resources
development and the revitalization of national industrial strategy in
order to strengthen a national innovation system toward a
knowledge-based developed country.

spacer

UU Surta

Peraturan Perundang-Undangan Surta


BAKOSURTANAL
PP 57-2007 Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
PERPRES 103-2001 Tugas, Fungsi dan Kewenangan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Keputusan Kepala BAKOSURTANAL No : OT.01.01/01-KA/I/2001 Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Keputusan Kepala BAKOSURTANAL No : OT.01.01/03-KA/I/2002 Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Nomor : OT.01.01/01-KA/I/2001  Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Keputusan Kepala BAKOSURTANAL No : OT.01.01/02-KA/IV/2001 Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Geomatika Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Keputusan Kepala BAKOSURTANAL No : OT.01.01/03-KA/IV/2001 Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Survei dan Pemetaan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Pengaturan Lebih Lanjut Organisasi dan Tata Kerja BAKOSURTANAL
PETA
RUU IG
Naskah Akademik
RUU IG (untuk DPR) dan Naskah Akademik
PERPRES 85-2007 Jaringan Data Spasial Nasional (english version)
PP 112-2006 Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi
  > Pedoman Pembakuan Nama Rupabumi
  > UNGEGN ASEPSW
PP 10-2000 Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah
PP 71-1951 Pembubaran "Raad en Directorium Voor Het Meeten Kaarteerwezeen" dan Pembentukan "Dewan Pengukuran dan Penggambaran Peta" dan Direktorium untuk Pengukuran dan Penggambaran Peta"
KEPPRES 248-1967 Penghapusan Direktorium Pengukuran dan Penggambaran Peta
TATA RUANG
UU 26-2007 Penataan Ruang
PP 47-1997 Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
PP 69-1996 Pelaksanaan Hak dan Kewajiban, serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang
KEPPRES 75-1993 Koordinasi Pengelolaan Tata Ruang Nasional
KEPPRES 57-1989 Tim Koordinasi Tata Ruang Nasional
KEPPRES 79-1985 Penetapan Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Puncak
spacer

Student Day IGTE 2010


NAMA KEGIATAN:
Student day IGTE 2010 BAKOSURTANAL,
'Serunya berpetualang dengan peta'

WAKTU DAN TEMPAT:
Jumat, 30 Juli 2010, 09.00 - 15.00 wib.
Balai Kartini, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta

DESKRIPSI ACARA:


1.  Lomba cerita Geospasial

Lomba ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi anak-anak dalam menulis, mengasah kemampuan kognitif dalam hal keruangan (mental map) serta meningkatkan kepedulian akan pentingnya geospasial sejak dini.

Peserta :
- Siswa-siswi Sekolah Dasar se JaBoDeTaBek.
- Peserta adalah individu,
- Target peserta: 300 karya cerita geospasial

Syarat dan ketentuan:
-   Hasil karya original, belum pernah dilombakan dan belum pernah dipublikasikan oleh media manapun.
-   Tema : Kekayaan alam dan budaya negeriku.
-   Isi Karya : berkaitan dengan geospasial (keruangan) seperti posisi geometris/lokasi, bentuk dan karakteristiknya, jarak, ukuran, dan lain sebagainya.
-   Karya bebas (realita, fantasi, fabel, humor), tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
-   Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 karya.
-   Panjang cerita 3-5 halaman kertas A4, jenis huruf: Times New Roman, ukuran 12, 2 spasi.
-   Karya dikirim dalam bentuk hardcopy (3 rangkap) atau soft copy (MS word/pdf). Sertakan biodata singkat peserta (Nama, alamat, tanggal lahir, kelas), sekolah, alamat sekolah, nomor telepon, dan pengantar dari sekolah. Cantumkan Lomba cerita geospasial disebelah kiri atas amplop.
-   Karya paling lambat diterima tanggal 20 Juli 2010.
-   Kirimkan naskah ke:
Panitia Student Day IGTE 2010
BAKOSURTANAL, Bidang. Promosi dan AKS PUSJASINFO
Ged. F. Lantai 1
Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 46 Cibinong, Bogor 16911.
Atau via email : studentday@igte-indonesia.com, lalitya_naries@bakosurtanal.go.id ;
-   Karya yang masuk sepenuhnya menjadi milik panitia.
-   Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan dinilai. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
-   Peserta tidak dipungut biaya (gratis).
-   Untuk keterangan lebih lanjut klik www.igte-indonesia.com atau
email ke: studentday@igte-indonesia.com; lalitya_naries@bakosurtanal.go.id

Penilaian :
- Penilaian menggunakan sistem gugur berdasarkan nilai total penjurian.
- 10 peserta terbaik diundang ke Balai Kartini pada tanggal 30 Juli 2010 untuk bisa membacakan (bercerita) karya yang telah ditulisnya di hadapan audience, dinilai oleh juri untuk kemudian ditentukan 4 juara dan juara favorit.

Pemenang :
1. Juara 1 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 2.500.000,00 + hadiah sponsor
2. Juara 2 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 2.000.000,00 + hadiah sponsor
3. Juara 3 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 1.500.000,00 + hadiah sponsor
4. Juara 4 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 1.000.000,00 + hadiah sponsor
5. Juara Favorit : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 1.000.000,00 + hadiah sponsor


2.        Lomba C3KaT Spasial  (Cerdas, Cermat, Cepat, Kreatif, Tepat).

Lomba ini menuntut pengetahuan umum bersifat keruangan serta kerja sama yang baik dari para peserta.

Peserta : Siswa-siswi SMP se JaBoDeTaBek
Jumlah Peserta : 200 orang

Syarat dan Ketentuan :
-     Peserta adalah tim, 1 tim terdiri dari 3 orang
-     Penilaian menggunakan sistem tahapan dengan sistem gugur berdasarkan nilai total penjurian pada tiap babak.
-     Babak :
1.   Ngeriung, semua tim beradu ketepatan dan kecepatan dalam menjawab pertanyaan. Salah menjawab atau melewati waktu yang ditentukan akan langsung gugur.
2.   Berlaga, tim yang bertahan di babak 1 saling beradu kreatifitas, kekompakan dan kecepatan dalam memecahkan misteri spasial.
3.   Bergaya, 4 tim terbaik bertarung untuk memperebutkan juara.
-     Peserta tidak dipungut biaya (gratis).
-     Pendaftaran dengan menyebutkan nama tim, nama anggota, sekolah, alamat sekolah, no. telepon yang bisa dihubungi, email,  via :
Telp/fax: 021 8790 6040 (cp. Naries)
Email:          studentday@igte-indonesia.com, lalitya_naries@bakosurtanal.go.id;
Langsung: BAKOSURTANAL (Bidang Promosi & AKS PUSJASINFO)
Ged. F. Lantai 1.
Jln. Raya Jakarta-Bogor Km. 46 Cibinong Bogor 16911.

Pemenang :
1. Juara 1 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 2.500.000,00 + hadiah sponsor
2. Juara 2 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 2.000.000,00 + hadiah sponsor
3. Juara 3 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 1.500.000,00 + hadiah sponsor
4. Juara 4 : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 1.000.000,00 + hadiah sponsor
5. Juara Favorit : Sertifikat, tropi, uang tunai Rp. 1.000.000,00 + hadiah sponsor

Kegiatan ini tidak dipungut biaya (gratis). Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda utnuk mengikuti lomba ini. Jadilah bagian dari pelaku untuk kesuksesan budaya dan data spasial...

Sumber: http://www.bakosurtanal.go.id/bakosurtanal/student-day-igte-201/
spacer

Perlu, Pusat Krisis di Perguruan Tinggi

Kuliah Umum JK

Kamis, 8 Juli 2010 | 14:26 WIB
KOMPAS/TOK
Jusuk Kalla
DEPOK, KOMPAS.com - Bencana yang berpotensi menjadi krisis di Indonesia selama ini tidak hanya diakibatkan oleh kondisi geografis dan geologis alam Indonesia, melainkan juga keberagaman masyarakat yang terdiri dari berbagai agama, suku dan ras, serta politik.
Setelah pemilu selesai, relawan-relawan hilang lagi. Maka itu, peran pusat-pusat krisis di universitas sangat dibutuhkan konsistensinya.
-- Jusuf Kalla
Demikian diungkapkan oleh Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla (JK) saat menyampaikan Kuliah Umum Kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Pusat Krisis (Puskris) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi UI) di Kampus FPsi, UI, Depok, Kamis (8/7/2010). JK menyampaikan kuliah umum tersebut dihadapan ratusan mahasiswa dan dosen psikologi UI, serta mahasiswa dan dosen psikologi dari universitas lainnya.
"Artinya, kita selalu bahagia dengan luas dan besarnya alam Indonesia dan beragam penduduknya yang mencapai 238 juta jiwa. Tetapi, bahagia saja tidak cukup karena krisis akibat bencana silih berganti timbul dari keduanya itu," kata JK.
Alam dan keberagaman masyarakat Indonesia, kata JK, menjadi dua faktor utama yang perlu dipersiapkan dengan baik penanganannya, terutama tindakan pencegahan sebelum akirnya bencana berubah menjadi krisis. Untuk itu, selain pemerintah, perguruan tinggi dianggap mampu menjadi salah satu pusat penanganan krisis bencana karena selama ini telah terbukti berhasil di beberapa peristiwa bencana nasional.
"Pusat-pusat krisis yang dibangun oleh universitas tentu sangat membantu dan saya berterima kasih kepada Puskris Psikologi UI yang konsisten sejak kerusuhan Mei 1998 sampai sekarang menangani banyak trauma bencana," tambah JK.
Untuk itu jugalah, JK melanjutkan, posisi relawan sangat strategis. Terbukti selama ini di setiap menjelang kampanye Pemilu, keberadaan relawan banyak "dimanfaatkan" oleh partai-partai politik yang selalu punya "relawan kagetan" di hampir semua peristiwa bencana nasional.
"Setelah pemilu selesai, relawan-relawan itu hilang lagi. Maka itu, peran pusat-pusat krisis di universitas sangat tinggi dan dibutuhkan konsistensinya," ujar JK.
Penulis: LTF   |   Editor: latief
spacer

Jembatan Panjang

 Ini jembatan yang sangat panjang yang penulis sendiri kurang tahu apakah ini murni hasil dari bidikan kamera apa gambar editan. Kita lihat dan nikmati bersama-sama Jembatan Panjang.
Sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4513985
spacer

13th World Scout Moot 2010

Acara yang bertajuk "13th World Scout Moot 2010" ini akan dilaksanakan di Kenya pada tanggal 27 Juli-7 Agustus 2010. Tema yang diusung adalah

        “Ultimate Discovery

Symbolic background of the rover section is “ ROUTE”
Young people today find themselves in an interconnected and first changing world. The threats to peace, environment degradation, epidemics such as HIV & AIDS, productivity and standards of living are unfolding during their life time. The economic melt-down is affecting livelihood of young people all over the world. Yet the political system, cultural and societal and gender norms have confined them within invisible boundaries thus curtailing the exploitation of their full potential as members of the interlinked world.
The youth will need to push themselves to the limit to cope with the new demands and challenges of acquiring knowledge and skills, mentorship and livelihood. They need to discover challenges and opportunities that face other youth across the world. The Moot program will expose the youth to situations and environment where they will discover how other youths have utilized both talents and natural resources in surmounting their challenges.

 

dengan slogannya "IT'S TIME" (maksudnya it's time for Africa)


Selayang Pandang

Organisasi Gerakan Pramuka Dunia [WOSM] terhormat itu Kenya Asosiasi Pramuka untuk menjadi tuan rumah Dunia 13 Pramuka Moot dari Juli 27-07 Agustus 2010 pada nama Afrika Pramuka Daerah. Pramuka Kenya Association adalah gerakan pemuda terbesar di Kenya dengan lebih dari 300.000 pramuka dan lebih dari 20.000 pemimpin pramuka.
Pramuka Dunia Moot adalah pertemuan kaum muda berusia 18 - 25 tahun yang datang bersama-sama untuk berbagi pengalaman dan berpartisipasi dalam penawaran layanan untuk masyarakat. Jika Anda lebih tua Anda dapat hadir sebagai anggota IST International [Tim Layanan staf]. Moot Pramuka Dunia diadakan setiap empat tahun dan telah diselenggarakan dua belas kali, yang terakhir diadakan di Hwalien, Taiwan, Cina pada tahun 2004

Acara ini adalah Pramuka pertama Moot yang akan diadakan di Afrika sehingga membuat acara yang sangat istimewa bagi seluruh benua.Acara ini akan menarik 3.000 peserta dari seluruh dunia.Tujuan keseluruhan Rover Moot adalah layanan dibuang ke komunitas mereka. Meskipun itu dilakukan dalam pengaturan berkemah, para peserta akan menghabiskan sebagian besar waktu mereka melakukan jasa yang merespon kebutuhan kontemporer. (http://www.scoutmoot2010.org)

 

spacer

Jadwal PPDB Online SMA dan SMK!

Jadwal PPDB DKI
Ini Lho, Jadwal PPDB Online SMA dan SMK!
Senin, 28 Juni 2010 | 11:17 WIB
IMAN SURYANTO/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Seperti diberitakan sebelumnya, calon siswa SMA negeri di DKI Jakarta memiliki lima pilihan sekolah tujuan.
TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, Minggu (27/6/2010), mengatakan, seperti tahun lalu semua proses PPDB tahun ajaran 2010/2011 akan dilakukan secara online.
Seperti diberitakan sebelumnya, calon siswa SMA negeri memiliki lima pilihan sekolah tujuan. Namun, agar tidak ketinggalan informasi, selain syarat dan tahapan yang perlu diketahui adalah Jadwal Pelaksanaan PPDB pada SMA dan SMK Real Time Online di DKI Jakarta ini;

No. Kegiatan Waktu Jam Keterangan
1 Pra Pendaftaran PPDB 28 - 30 Juni 08.00 - 15.00  
2 Pendaftaran PPDB Tahap I 1 - 3 Juli 08.00 - 15.00
3 Pengumuman PPDB Tahap I 3 Juli 16
4 Lapor Diri Tahap I 5- 6 Juli 08.00 - 15.00 Di Sekolah Tujuan
5 Pengumuman Tempat Kosong 6 Juli 16  
6 Pendaftaran PPDB Tahap II 7 - 8 Juli 08.00 - 15.00
7 Pengumuman PPDB Tahap II 8 Juli 16
8 Lapor Diri Tahap II 9 Juli 08.00 - 15.00 Di Sekolah Tujuan
9 Hari Pertama Masuk Sekolah 12 Juli  
       
Penulis: LTF   |   Editor: latief
spacer

PPDB DKI 2010

PPDB Tahap I
Tata Cara Mendaftar Online Ada di Sini!
Senin, 28 Juni 2010 | 11:01 WIB
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi: Informasi lebih detail mengenai syarat pendaftaran dan tahapan pendaftaran bisa segera diihat di laman PPDB online DKI Jakarta, yaitu di situs www.ppdbdki.org
TERKAIT:
KOMPAS.com - Mulai hari ini, Senin (28/6/2010), hingga Rabu (30/6/2010) masa pendaftaran masuk SMA dan SMKN tahun ajaran 2010/2011 di wilayah DKI Jakarta sudah dimulai dengan praproses pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) online. Sudah tahu caranya, karena semua proses PPDB akan dilakukan secara online?
Dari sekian banyak informasi awal yang perlu diketahui, tata cara pendaftaran PPDB real time online menjadi hal paling utama untuk diperhatikan. Khusus pada sekolah tujuan SMA Negeri, berikut adalah tata cara pendaftaran yang perlu diikuti:
  • Calon peserta didik baru dapat memilih 1, 2, 3, 4 dan maksimal sampai 5 pilihan SMA Negeri yang berbeda
  • Calon peserta didik baru yang dinyatakan diterima sementara pada saat proses seleksi berlangsung belum dapat mendaftar lagi ke SMA Negeri dan/atau SMK Negeri
  • Calon peserta didik baru yang tidak diterima di semua sekolah pilihannya selama proses seleksi berlangsung, dapat mendaftar kembali dengan memilih SMA Negeri yang berbeda atau dapat mendaftar ke SMK Negeri selama batas waktu pendaftaran PPDB Real Time Online.
Sementara itu, khusus pada sekolah tujuan SMK Negeri, berikut adalah tata cara pendaftaran yang perlu diikuti:
  • Calon peserta didik baru dapat memilih maksimal 3 (tiga) kompetensi keahlian, pada SMK Negeri yang sama dan/atau berbeda dengan memperhatikan persyaratan khusus pada masing-masing kompetensi keahlian
  • Calon peserta didik baru yang dinyatakan diterima sementara pada saat proses seleksi berlangsung belum dapat mendaftar kembali ke SMK Negeri dan/atau SMA Negeri
  • Calon peserta didik baru yang tidak diterima di semua kompetensi keahlian di SMK Negeri pilihan selama proses seleksi berlangsung, dapat mendaftar kembali selama batas waktu pendaftaran PPDB Real Time Online dengan memilih kompetensi keahlian yang sama pada SMK Negeri yang berbeda; memilih kompetensi keahlian yang berbeda pada SMK Negeri yang sama; atau dapat mendaftar ke SMA Negeri.
Informasi lebih detail mengenai syarat pendaftaran dan tahapan pendaftaran bisa segera diihat di laman PPDB online DKI Jakarta, yaitu di situs www.ppdbdki.org ini.
spacer

Mahasiswa Ikut Rancang Satelit Nano

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Roket air melesat dalam uji coba di UNS Solo.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kemampuan mahasiswa Indonesia dalam teknologi mekatronika—terutama robotik—di dunia terbukti dalam kemenangan di beberapa kancah kompetisi internasional. Karena itu, mereka akan dilibatkan dalam perancangan muatan roket dan pembuatan satelit nano.

Hal ini disampaikan Suryo Hapsoro Tri Utomo, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, dalam jumpa pers tentang Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010.

Korindo ketiga ini digelar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Kemdiknas, Universitas Gadjah Mada, dan Kabupaten Bantul di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. 26-28 Juni 2010.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengatakan, dalam perancangan satelit nano oleh kalangan mahasiswa, peneliti Lapan akan memberikan pelatihan dan pendampingan.

Lapan sendiri saat ini lebih memfokuskan pada perancangan satelit mikro yang berbobot 10 kg hingga mendekati 100 kg. Adapun satelit nano berukuran di bawah 10 kg.

Dalam program pendidikan dan pelatihan perancangan satelit nano itu, Suryo mengharapkan hasilnya telah dapat dicapai tahun 2014.

Satelit nano ini, kata Soewarto, dapat ditumpangi bersama satelit mikro Lapan A-2 dan Lapan A-3 (Lapan-Orari) pada roket India yang akan diluncurkan pada 2014.

Dihubungi di tempat terpisah, Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun mengatakan, satelit kembar Lapan tersebut pada hari Minggu (20/6/2010) berhasil meluncurkan roket untuk uji komponen multimisi di Pamengpeuk, Banten. Peluncuran ini pada ketinggian suborbital–satu tahap menuju orbit.

Dalam uji terbang, sinyal satelit Lapan-Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dapat diterima para anggota Orari yang berada di Lampung dan Bali.

Kompetisi rancang bangun
Korindo 2010 yang diadakan setiap tahun merupakan ajang kompetisi di bidang rancang bangun muatan roket bagi mahasiswa Indonesia yang bertujuan menyiapkan bibit unggul di bidang teknologi dirgantara, khususnya peroketan.

Kompetisi tahun ini, kata Endro Pitowarno, bertema Homing Meteo Payload, yakni rancang bangun payload (muatan roket) yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan setelah terpisah dari roket peluncur. Dalam hal ini mereka dituntut untuk merancang sistem propeler dan kendalinya.

Korindo 2010 akan diikuti 53 tim dari 38 peserta yang kemudian diseleksi hingga tinggal 40 tim. Kompetisi ini terdiri tiga tahap seleksi, yaitu uji fungsional muatan, uji terbang muatan, dan presentasi data hasil uji terbang.

Untuk pertama kalinya, kompetisi ini akan disaksikan pengamat dari Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF), dari Jepang dan Malaysia.

Korindo 2010 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Lapan, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan institusi Akademi Angkatan Udara. (YUN)
spacer

Besok, Hujan Roket di Pantai Pandansimo!

Kompetisi Roket Indonesia
Besok, Hujan Roket di Pantai Pandansimo!
Laporan wartawan KOMPAS Eny Prihtiyani
Jumat, 25 Juni 2010 | 17:37 WIB
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Anggota tim Universitas Gadjah Mada meluncurkan roketnya saat mengikuti Kompet isi Roket Air Indonesia (KRAI) 2009 lalu di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu (11/ 1/2009).
TERKAIT:
BANTUL, KOMPAS.com - Sebanyak 40 tim dari berbagai perguruan tinggi akan mengikuti Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 di Kabupaten Bantul, Sabtu (26/6/2010). Bertema Homing Meteo Payload, para paserta harus mampu merancang muatan roket yang bisa kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan.
Kami ingin menghidupkan semangat teknologi roket di kalangan mahasiswa.
-- Handoko
Handoko, dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selaku pihak penyelenggara, dalam jumpa pers di Bantul, Jumat (25/6/2010) mengatakan, kegiatan tersebut sudah dilakukan selama empat tahun berturut-turut.
"Kami ingin menghidupkan semangat teknologi roket di kalangan mahasiswa", katanya.
Menurutnya, sejarah peroketan dimulai tahun 1963. Saat itu mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meluncurkan roket di Pantai Sanden, Bantul. Sejarah itulah yang kemudian menginspirasi penyelenggaraan kompetisi di Bantul.
"Awalnya memang Pantai Sanden yang dirujuk, tetapi setelah disurvei ternyata ada pantai yang lebih cocok, yakni Pandansimo," katanya.
spacer