Showing posts with label Meteorologi. Show all posts
Showing posts with label Meteorologi. Show all posts

Juli, Indonesia Masih Berpotensi Hujan

google.com
ilustrasi
TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi hujan masih akan terus terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga pertengahan Juli 2010 .
Menghangatnya suhu permukaan laut Indonesia menyebabkan potensi hujan meski saat ini tengah berada di musim kemarau.
"Potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi dengan intensitas sedang sampai lebat hingga pertengahan Juli 2010," kata Kepala BMKG Sri Woro dalam jumpa pers di Gedung BMKG, Jalan Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2010).
Menurut Sri Woro, potensi hujan tersebut tidak terlepas dari sejumlah kondisi faktor pengendali curah hujan di wilayah Indonesia, yakni pergerakan El Nino dan angin musim barat dan timur. Gelombang El Nino membuat kecenderungan penambahan uap air, yang dibawa hingga ke bagian timur Indonesia karena ditarik oleh suhu permukaan laut Indonesia yang hangat.
Hal itulah yang menyebabkan anomali cuaca, yaitu terjadinya hujan di musim kemarau.
Banjir yang melanda Singapura beberapa hari lalu merupakan salah satu dampak dari anomali tersebut. Namun demikian, menurut Sri Woro, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir akan kemungkinan banjir akibat hujan tersebut.
"Untuk Jakarta juga masih akan terjadi hujan, tapi intensitasnya rendah dan tidak ekstrem," ujarnya.
spacer

Waspadai Gelombang Tinggi 4-5 Meter

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini prediksi terjadinya gelombang laut setinggi 4-5 meter di sejumlah perairan Indonesia. Gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi di sebagian besar perairan bagian Timur dan sebagian kecil perairan bagian Barat Indonesia mulai hari ini hingga 24 Juni 2010.
 
"Gelombang laut dengan ketinggian bervariasi, mulai dari yang sedang hingga gelombang tinggi, masih akan terjadi sepanjang Juni ini," kata Kepala BMKG Sri Woro dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Jalan Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2010).
 
Gelombang setinggi 4-5 meter antara lain diperkirakan terjadi di perairan Andaman, Laut Timor bagian Timur, Perairan Sumba, Perairan Babar dan Tanimbar, Laut Arafura, Teluk Karpentaria, Perairan Yos Sudarso, Perairan Selatan Merauke, Enggano Perairan Kai dan laut Banda Bagian Selatan, Samudera Hindia dan Perairan Selatan Jawa.

Menurut Sri Woro, ketinggian gelombang laut tersebut merupakan salah satu dampak dari fenomena anomali cuaca yang tengah melanda Indonesia, yakni meningkatnya suhu permukaan laut yang menyebabkan potensi hujan meski di musim kemarau. Gelombang El Nino pada Perairan Pasifik telah membuat uap air meningkat, dan mendorongnya ke arah Indonesia. Di Indonesia sendiri, suhu permukaan air laut yang tengah meningkat telah ikut menyeret uap air tersebut. Pertemuan kedua hal tersebut pada Perairan Timur Indonesia, telah membuat kecenderungan terjadinya gelombang laut tinggi.

Sri Woro menjelaskan BMKG masih akan terus melakukan monitoring terhadap anomali cuaca yang berpotensi menimbulkan gelombang laut ini. Prakiraan cuaca dan tinggi gelombang pada bulan Juli akan dimonitor dalam waktu-waktu selanjutnya.
spacer

Inilah Penyebab Hujan pada Musim Kemarau

DHONI SETIAWAN
Awan mendung tebal menyelimuti kawasan Jakarta, Rabu (26/5/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memberi penjelasan mengenai kondisi anomali iklim yang terjadi selama musim kemarau 2010. Meski berada pada musim kemarau, yakni Maret-Agustus 2010, hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Menurut Kepala BMKG Sri Woro, anomali iklim tersebut tidak terlepas dari sejumlah kondisi faktor pengendali curah hujan di wilayah Indonesia. "Yaitu dengan menghangatnya suhu permukaan laut perairan Indonesia," kata Sri Woro dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2010).

Peningkatan suhu permukaan laut inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berdasarkan pengawasan BMKG terhadap suhu perairan Indonesia selama Juni 2010, di sini terjadi kecenderungan suhu yang hangat. Kondisi inilah yang menambah penguapan dan membentuk awan berpotensi hujan.

Selain faktor suhu permukaan laut, terjadinya hujan pada musim kemarau ini juga dipengaruhi pergerakan El Nino yang cenderung menambah massa uap air dan faktor dipole mode negatif yang menambah massa uap air ke Indonesia bagian barat. "Juga ada pengaruh dari global warming. Pemanasan suhu Bumi ini tidak hilang, tetapi berubah bentuk menjadi energi kinetis dan hujan," tuturnya.

Dengan kondisi demikian, Sri mengatakan, potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan terjadi dengan intensitas sedang sampai lebat dan akan tetap terjadi hingga pertengahan Juli 2010.

"Musim kemarau 2010 ini cenderung lebih basah dibanding normalnya. Atau dengan kata lain, kecenderungan musim kemarau 2010 lebih pendek dibanding musim normalnya," papar Sri.

Walau demikian, Sri mengatakan, intensitas hujan tersebut masih tergolong normal. "Khusus untuk Jakarta, pada Juni, Juli, dan Agustus 2010 masih akan terjadi hujan. Tapi intensitasnya rendah dan tidak ekstrem," tandasnya.
spacer

Alat Pengukur Curah Hujan Standar WMO



Peranan air dalam kehidupan sangat besar. Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran cairan yang berupa air. Bagian besar bumi dan makhluk hidup juga terdiri atas air.
Air yang berasal dari hujan merupakan fenomena alam yang paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. Butiran hujan selain membawa molekul air juga membawa banyak materi yang penting bagi kehidupan, seperti material pupuk yang lengkap bagi tumbuhan. Dengan adanya air hujan diperkirakan sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi setiap tahunnya. Tanpa adanya mekanisme seperti itu, maka mungkin saat ini jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui.
Dari uraian di atas, kita mengetahui bahwa manfaat air hujan sangatlah penting bagi kehidupan. Namun, di lain pihak kita belum mampu mengamati fenomena banyaknya curah hujan yang terjadi pada suatu tempat secara otomatis dan tercatat dalam sebuah database sehingga data curah hujan belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Deskripsi
Alat pengukur curah hujan merupakan alat untuk mengukur curah hujan yang terjadi pada suatu daerah baik pedesaan, kecamatan, atau-pun propinsi yang mengacu pada standar WMO (World Metrological Organitation). Dengan adanya alat pengukur curah hujan ini kita dapat mengetahui banyaknya curah hujan yang terjadi setiap waktu. Data curah hujan yang dihasilkan secara otomatis dari alat pengukur curah hujan ini dapat dikirimkan secara online melalui internet dengan operating sistem IGOS dan disimpan dalam suatu database yang dapat diakses oleh siapa saja melalui internet.

Keunggulan

   1. Memudahkan BMG dalam mengamati curah hujan pada suatu daerah.
   2. Mengukur curah hujan secara otomatis.
   3. Database curah hujan di setiap daerah dapat diakses secara online dan setiap saat sehingga dapat memprediksi terjadinya banjir di suatu daerah.
   4. Memberikan data hidrologi untuk kepentingan depertemen-departemen yang terkait.
   5. Software aplikasi dapat dikembangkan menjadi Sistim Informasi Monitoring banjir, kelembaban udara, temperatur, dan sebagainya.

Pencatatan waktu dalam data curah hujan menggunakan waktu yang tertelusur ke time server ntp.kim.lipi.go.id.
spacer

“Identifikasi Cuaca dan Iklim Singapura”

A.    Pendahuluan
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca disebut juga Meteorologi sedangkan imu yang mempelajari tentang iklim disebut juga Klimatologi.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (± minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. Iklim dapat terbentuk karena adanya:
a.    Rotasi dan revolusi bumi sehingga terjadi pergeseran semu harian matahari dan tahunan
b.    Perbedaan lintang geografi dan lingkungan fisik. Perbedaan ini menyebabkan timbulnya penyerapan panas matahari oleh bumi sehingga besar pengaruhnya terhadap kehidupan di bumi.
Ada beberapa unsur yang mempengaruhi keadaan cuaca dan iklim suatu daerah atau wilayah, antara lain:

a)    Angin
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah. Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik.
Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.
Faktor terjadinya angin, yaitu:
1)    Gradien barometris
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
2)    Letak tempat
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.
3)    Tinggi tempat
Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
4)    Waktu
Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari

b)    Kelembapan Udara
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara pada saat dan tempat tertentu. Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut psychrometer atau hygrometer. Kelembaban udara dapat dibedakan menjadi:
1) Kelembaban mutlak atau kelembaban absolut, yaitu kelembaban yang menunjukkan berapa gram berat uap air yang terkandung dalam satu meter kubik (1 m3) udara.
2)    Kelembaban nisbi atau kelembaban relatif, yaitu bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut.
          Kelembaban mutlak udara
Kelembaban Nisbi = –––––––––––––––––––––– x 100 %
Nilai jenuh udara


c)    Curah Hujan
Curah hujan adalah jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain Gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
1) Bentuk medan atau topografi
2) Arah lereng medan
3) Arah angin yang sejajar dengan garis pantai
4) Jarak perjalanan angin di atas medan datar
Hujan adalah butiran-butiran air yang dicurahkan dari atmosfer turun ke permukaan bumi. Sedangkan garis yang menghubungkan tempat-tempat di peta yang mendapat curah hujan yang sama disebut isohyet. Berdasarkan butiran yang dicurahkan dan asal terjadinya, hujan dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu:
1) Berdasarkan butiran-butiran yang dicurahkan, hujan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
    Hujan gerimis atau drizzle. Hujan ini mempunyai diameter butiran-butiran kurang dari 0,5 mm.
    Hujan salju atau snow. Hujan salju terdiri dari kristal-kristal es yang temperaturnya berada di bawah titik beku.
    Hujan batu es. Hujan ini berbentuk curahan es yang turun di dalam cuaca panas dari awan yang temperaturnya di bawah titik beku.
    Hujan deras atau rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas titik beku dan butirannya sebesar 7 mm.
2) Berdasarkan asal terjadinya, hujan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
    Hujan front, yaitu terjadi karena pertemuan dua jenis udara yang berbeda temperatur, yakni udara panas/lembab dengan udara dingin sehingga berkondensasi dan turun hujan.
    Hujan konveksi atau hujan zenith, yaitu terjadi karena arus konveksi yang menyebabkan uap air di khatulistiwa naik secara vertikal, karena pemanasan air laut terus menerus lalu mengalami kondensasi dan turun sebagai hujan.
    Hujan orografi atau hujan gunung, yaitu terjadi dari udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan berkondensasi dan turun sebagai hujan.
    Hujan buatan, yaitu dibuat dengan cara menggunakan garam-garaman untuk merangsang awan hingga uap air di udara dengan ketinggian 3000 kaki lebih cepat berkondensasi menjadi air dan turun sebagai hujan.

d)    Radiasi Matahari
Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi radiasi matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah. Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor.
1.    Jarak matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi matahari
2.    Intensitas radiasi matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus.
3.     Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara matahari terbit  dan matahari terbenam.
4.     Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi.
e)    Evapotranspirasi
Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan.
Evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air).
Evapotranspirasi adalah perpaduan antara evaporasi dari permukaan tanah dengan transpirasi dari tumbuh-tumbuhan. Evapotranspirasi merupakan salah satu komponen utama dalam siklus hidrologi dengan kaitannya pada perhitungan ketersediaan air.

f)    Evaporasi
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.
Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat, tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah, sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap".
Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" - energi panas - yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap, hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat.
Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera, danau, embun dan sumber air lainnya. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.

g)    Tekanan Udara
Selain suhu atau temperatur udara, unsur cuaca dan iklim yang lain adalah tekanan udara. Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul akibat adanya berat dari lapisan udara. Besarnya tekanan udara di setiap tempat pada suatu saat berubah-ubah. Makin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, makin rendah tekanan udaranya. Hal ini disebabkan karena makin berkurangnya udara yang menekan. Besarnya tekanan udara diukur dengan barometer dan dinyatakan dengan milibar (mb). Barometer terdiri dari berbagai macam, antara lain:
1.    Barometer air raksa, yang menggunakan skala milimeter air raksa (mm Hg). Barometer ini diciptakan oleh Torriceli (1643).
2.    Barometer Aneroid, yang menggunakan skala milibar (mb).
3.    Barograf, yaitu barometer yang secara otomatis mencatat sendiri tekanan udara setiap saat dalam jangka waktu tertentu dalam barogram dengan menggunakan skala milibar (mb).
Tekanan udara dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1) Tekanan udara tinggi, lebih dari 1013 mb.
2) Tekanan udara rendah, kurang dari 1013 mb.
3) Tekanan di permukaan laut, sama dengan 1013 mb.
Garis khayal dalam peta yang menghubungkan tempat-tempat  yang mempunyai tekanan udara sama disebut isobar.

h)    Salju
Salju adalah air yang jatuh dari awan yang telah membeku menjadi padat dan seperti hujan. Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara atas (lihat atmosfer, biosfer, iklim, meteorologi, cuaca) jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk, putih, dan seperti kristal lembut kepingan salju, pakis seperti kristal es, kelompok dari kesemuanya).
Pada suhu tertentu (disebut titik beku, 0° Celsius, 32° Fahrenheit), salju biasa meleleh dan hilang. Proses saat salju/es berubah secara langsung ke dalam uap air tanpa mencair terlebih dulu disebut menyublim. Proses lawannya disebut pengendapan.
Saat salju membeku, sering kali menjadi pecahan kecil yang disebut "kepingan salju". Salju merupakan prasyarat buat kegiatan olah raga musim dingin seperti ski dan kereta luncur). Di dunia, salju biasa terjadi pada negeri beriklim subtropis dan sedang. Namun, ada juga daerah tropis yang bersalju, yakni di Pegunungan Jayawijaya di Papua, Indonesia.

B.    Identifikasi Cuaca dan Iklim Negara Singapura
a)    Deskripsi Wilayah
Iklim Singapura diklasifikasikan sebagai khatulistiwa (Ar klasifikasi iklim Koppen), dengan tidak benar musim yang berbeda. Karena lokasi geografis dan maritim eksposur, memiliki iklim yang ditandai dengan seragam suhu dan tekanan, kelembaban tinggi dan banyak curah hujan. Rata curah hujan tahunan rata-rata sekitar 2.370 mm (93 in). Tertinggi curah hujan 24 jam tokoh yang pernah tercatat dalam sejarah adalah 512mm (1978), 467mm (1969), dan 366mm (19 Desember 2006) . Suhu udara berkisar antara rentang sebuah harian minimum 23 ° C dan maksimum 31 ° C.
Juni adalah bulan terpanas tahun di Singapura, diikuti oleh Mei. Hal ini disebabkan oleh angin dan cahaya matahari yang kuat selama bulan-bulan Suhu tertinggi tercatat adalah 36,0 ° C pada 26 Maret 1998. Suhu terendah tercatat 19,4 ° C kembali pada tahun 1934. Memiliki kelembaban relatif harian berkisar pada angka 90-an tinggi di pagi hari untuk sekitar 60% pada pertengahan sore, tapi tidak pergi di bawah 50% di kali. Pada bulan Mei 2009, rata-rata kelembaban relatif adalah 83%, kenaikan di atas angka 79,1% pada Mei 2008.
Selama hujan lebat berkepanjangan, kelembaban relatif sering mencapai 100%. Secara umum, ada lebih banyak curah hujan di sisi barat pulau daripada di bagian timur Singapura, karena efek bayangan hujan. Dengan demikian, sisi timur Singapura jauh lebih kering dan sedikit panas dibandingkan barat Singapura.

Peta Singapura
Hal ini dapat menyebabkan cuaca sedikit perbedaan dari satu sisi pulau yang lain. Ini penting untuk dicatat karena bahkan sebuah bukit kecil seperti Bukit Timah dapat menyebabkan fenomena ini. Meskipun Singapura ukuran kecil, mungkin ada sinar matahari di satu sisi sementara ada hujan di sisi lain.
Lebih lanjut kontras yang mencegah semua tahun benar keseragaman adalah musim hujan yang terjadi dua kali setiap tahun.
Yang pertama adalah Northeast Monsoon yang terjadi dari Desember hingga awal Maret. Yang kedua adalah musim Muson Tenggara yang terjadi dari bulan Juni sampai September. Periode antara musim hujan kurang menerima hujan dan angin. Selama Muson Timur Laut, angin timur laut menang, kadang-kadang mencapai 20 km / jam Ada kondisi berawan pada bulan Desember dan Januari dengan sore sering hujan.
Mantra meluas sedang hingga terjadi hujan deras berlangsung dari 1 sampai 3 hari di sebuah peregangan. Hal ini relatif lebih kering pada bulan Februari sampai awal Maret. Hal ini juga biasanya berangin dengan kecepatan angin kadang-kadang mencapai 30-40 km / jam dalam bulan Januari dan Februari. Selama musim Muson Barat Daya, tenggara / barat daya angin menang. Terisolasi tersebar hujan terjadi pada akhir pagi dan sore. Pagi "Sumatra" garis badai sering terjadi.
Lokasi Singapura terletak pada 2 garis Utara Khatulistiwa. Singapura menyenangkan dengan cuaca hangat tropik ini relatif sejuk dan terus tetap setiap tahun.
Pada malam hari kelembaban relatif mencapai 90 % dan dipagi hari menjadi rendah sebelum matahari terbit. Dan panas pada siang hari diantara 60 dan 70 %. Curah hujan sangat banyak selama musim penghujan di daerah Timur Laut dari November dan Januari. Seringkali curah hujan sangat lebat. Februari biasanya bulan yang cerah ketika Desember sering menjadi lembab. Bagaimanapun, bulan July dan Agustus adalah bulan yang sangat panas dimana kira-kira temperatur panasnya mencapai puncaknya.
Singapura memiliki iklim stabil. Hal ini dicirikan oleh suhu yang seragam dan tekanan dan hujan yang berlimpah. Singapura telah dilambangkan sebagai hutan hujan tropis. Tidak memiliki musim yang didistribusikan dengan baik, tidak seperti negara-negara tertentu tidak ada perbedaan antara perubahan seperti musim panas, musim semi, musim gugur atau musim dingin. Singapura memiliki iklim konstan dan iklim semacam ini menarik wisatawan sepanjang tahun. Suhu bervariasi dari 22C ke 34C.
Kelembabannya rata-rata adalah 85%-90% pada pagi hari dan 55% -60% pada siang. Jika hujan lebat kelembaban relatif bahkan bisa mencapai 100%. Pertengahan bulan-bulan dalam setahun, bulan Juni dan Juli merupakan bulan-bulan terpanas dan bulan November dan Desember dianggap sebagai musim hujan dicirikan oleh lahan basah dan kelembaban tinggi. Suhu terendah pernah tercatat 19.4C dan suhu tertinggi tercatat 35.8C. Penempatan geografis yang strategis dari Singapura, yaitu ,dekat dengan khatulistiwa, membuat rentang yang sama sepanjang tahun. Iklim memainkan peranan penting bagi wisatawan ketika mereka memilih perjalanan mereka ke sebuah negara dan Singapura seolah-olah menawarkan mereka yang terbaik.
Beberapa orang mungkin tidak suka bulan yang basah dan becek bulan November dan Desember, namun selama 10 bulan menawarkan kondisi iklim yang hebat bagi wisatawan. Botanic Garden (Taman Botani) yang terawat sangat baik dan menawarkan tempat dengan pemandangan yang indah bagi wisatawan maupun warga lokal Singapura. Dengan kondisi iklim yang cocok bagi tiap orang untuk menyesuaikan itulah mengapa setiap orang ingin mengunjungi Singapura setidaknya sekali dalam seumur hidup.
Sebuah pulau yang merupakan rumah yang sesuai dengan kebutuhan seseorang dan semua. Dengan keramahan dan kebaikan dari warga Singapura membuat kunjungan ke Singapura benar-benar berharga. Globalisasi telah memukul dunia dan semakin banyak negara yang menjadi negara industri terus mencabut budaya dan asal muasal dari negara mereka.
Weather Forecast
Issued at 06:00  (Local time)  05 Feb  2010
Date    Temperature oC
Weather
    Minimum    Maximum   
06 Feb
( Sat )    24    34         Thunderstorm

07 Feb
( Sun )    24    34         Thunderstorm

08 Feb
( Mon )    24    33         Thunderstorm






Climatological Information
Month    Mean Temperature oC
Mean Total Precipitation (mm)
    Daily
Minimum    Daily
Maximum   
Jan    23.1    29.9    198.0
Feb    23.5    31.0    154.0
Mar    23.9    31.4    171.0
Apr    24.3    31.7    141.0
May    24.6    31.6    158.0
Jun    24.5    31.2    140.0
Jul    24.2    30.8    145.0
Aug    24.2    30.8    143.0
Sep    23.9    30.7    177.0
Oct    23.9    31.1    167.0
Nov    23.6    30.5    252.0
Dec    23.3    29.6    304.0



b)    Klimatologi Singapura
Singapura terletak tepat di sebelah utara Khatulistiwa dekat Lat 1,5 deg N dan Long 104 deg E. Karena lokasi geografis dan kelautan eksposur, memiliki iklim yang ditandai dengan seragam suhu dan tekanan, kelembaban yang tinggi dan banyak curah hujan. Iklim Singapura dapat dibagi menjadi dua musim utama, Northeast Monsoon dan musim Muson Barat Daya, dipisahkan oleh dua relatif pendek periode antar musim.
1)    Musim
Monsoon Timur Laut Season - Desember hingga awal Maret
Angin timur laut menang, kadang-kadang mencapai 20 km / jam Kondisi berawan pada bulan Desember dan Januari dengan sore sering hujan. Mantra meluas sedang hingga terjadi hujan deras berlangsung dari 1 sampai 3 hari di sebuah peregangan. Relatif lebih kering pada bulan Februari sampai awal Maret. Umumnya juga berangin dengan kecepatan angin kadang-kadang mencapai 30-40 km / jam dalam bulan Januari dan Februari.
-Pra South-West Monsoon - akhir Maret-Mei
Cahaya dan variabel angin dengan siang dan sore hari terjadi guntur.
-South-West Monsoon Season - Juni-September
Tenggara / Southwest Angin.
Pagi-pagi 'Sumatera' line badai sering terjadi. Kabur periode.
-Pra-Utara Muson Timur - Oktober-November
Cahaya dan variabel angin. Angin laut pada siang hari. Tersebar dengan guntur di sore hari dan awal malam.
2)    Temperatur: Minimum 23-26 deg C dan maksimum 31-34 deg C
Ekstrem: Minimal 19,4 deg C dan Maksimum 35,8 deg C.
3)    TEKANAN: diurnal 4hPa variasi tekanan. Tekanan maksimum biasanya terjadi pada 1100 dan 2400 Local Time dan minimum terjadi pada tekanan 0.500 dan 1700 Local Time. Tekanan ekstrem tercatat adalah 1016,9 dan 1002,0 hPa hPa.
4)    RELATIF HUMIDITY: berkisar pada angka 90-tinggi di pagi hari untuk sekitar 60% pada pertengahan sore hari. Nilai rata-rata adalah 84%, Ketika hujan lebat berkepanjangan, kelembaban relatif sering mencapai 100%.
5)    CURAH HUJAN: Tidak berbeda basah atau musim kemarau. Curah hujan maksimum terjadi di bulan Desember dan April. Bulan yang lebih kering biasanya pada bulan Februari dan Juli.
Referensi:

http://www.weather.gov.sg/wip/web/home/faq (diakses pada hari Senin, 8 Februari 2010)
http://www.worldweather.org/081/c00234.htm (diakses pada hari Senin, 8 Februari 2010)
http://www.wordtravels.com/Travelguide/Countries/Singapore/Climate/ (diakses pada hari Selasa, 9 Februari 2010)
http://www.studentsoftheworld.info/pageinfo_pays.php3?Pays=SGP&Opt=climate (diakses pada hari Selasa, 9 Februari 2010)
http://www.focussingapore.com/living-in-singapore/climate.html (diakses pada hari Selasa, 10 Februari 2010)
http://app2.nea.gov.sg/localclimate_climateinfo.aspx (diakses pada hari Rabu, 10 Februari 2010)
http://www.asiamaya.com/panduasia/singapura/e-02trav/es-tra11.htm (diakses pada hari Rabu, 10 Februari 2010)
http://aseanmobile.mobi/singapore/indonesian/iklim.php (diakses pada hari Rabu, 10 Februari 2010)

Fidelis Awig Atmoko     (0906555071)
Fathia Hashilah         (0906514866)
Tri Selasa Pagianti         (0906635375)
Wido Cepaka Warih        (0906515105)

Departemen Geografi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
2010





spacer