Showing posts with label GIS. Show all posts
Showing posts with label GIS. Show all posts

WebGIS Wisata Purworejo


Purworejo at a Glance

Dalam bidang pariwisata, Purworejo mengandalkan pantainya di sebelah selatan yang bernama "Pantai Ketawang", "Pantai Keburuhan (Pasir Puncu), "Pantai Jatimalang" didukung dengan gua-gua : "Gua Selokarang" dan "Sendang Sono", di Sendang Sono (artinya : Kolam dibawah pohon Sono) masyarakat mempercayai bahwa mandi disendang tersebut akan dapat mempertahankan keremajaan.
Goa Seplawan, terdapat di kecamatan Kaligesing.

Goa ini banyak diminati wisatawan karena keindahan goa yang masih asli dan juga keindahan pemandangan alamnya serta hasil buah durian dan kambing Ettawa sebagai salah satu ciri khas hewan ternak di Kabupaten Purworejo. Di samping itu, terdapat juga air terjun "Curug Muncar" dengan ketinggian ± 40m yang terletak di kecamatan Bruno dengan panorama alam yang masih alami. Gua Pencu di desa Ngandagan,merupakan bentuk benteng seperti gua pada zaman belanda dan pada masa itu gua Pencu pernah didatangi oleh Presiden Sukarno,tapi sekarang sudah tidak terawat karena kurang pedulinya aparatur pemerintahan desa dan jika anda ingin menikmati suasana sejuknya alam anda tinggal melanjutkan perjalanan ke utara karena disana anda dapat menemukan hutan pinus yang sangat sejuk dan dingin engan panorama pegunungan dengan hamparan ladang petani yang permai, Geger menjangan sebelah kolam renang Arta Tirta dengan panorama pegunungan yang asri dari puncak.
Rute Obyek Wisata
WebGIS Wisata Purworejo
spacer

Menambahkan Clusters Maps pada Blog


Langkah-langkah untuk menambahkan Cluster Maps pada blog adalah :

Mendaftarkan Blog pada Cluster Map
  1. Daftarkan Blog anda pada situs Cluster Maps. Pada langkah ini anda diminta memasukkan alamat web dan email.
  2. Setelah mendapatkan password (yang dikirim lewat email), Login sebagai salah satu admin.
  3. Pada halaman admin, alamat email dan password bisa diganti (jika diinginkan).
  4. Copy kode HTML yang ada di bagian bawah halaman.
Menampilkan Cluster Maps pada Blog.
  1. Masuk ke halaman admin dari blog.
  2. Masuk ke Design, lalu pilih Widgets.
  3. Tambahkan Widgetize Any HTML1 (atau 2 atau 3 atau 4 atau 5) pada main side bar (dengan cara “drag and drop”)
  4. Klik Edit pada Widgetize Any HTML..
  5. Paste kode HTML yang didapat dari Cluster Maps ke dalam HTML Code dari Widgetize Any HTML…
  6. Click Save Change.
Icon gambar Cluster Maps akan tampil pada halaman blog, tunggu 24 jam untuk mendapatkan update datanya.
spacer

Citra Satelit Pra-Pasca Tsunami Jepang

Citra Satelit Pra-Pasca Tsunami Jepang

March 14th, 2011  |  Published in Peta Tematik, Tsunami
Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.
Detail:
Jenis Peta : Citra satelit pra-pasca tsunami Jepang
Sumber : Geoeye Imagery dan Digital Globe Imagery
Tanggal Pembuatan : 14 Maret 2011
Format/Ukuran File : PDF/1.446 Kb (A1)
Deskripsi : Citra satelit pra-pasca tsunami wilayah Yuriage, Natori, Jepang

DOWNLOAD
Lihat Interaktif Citra Satelit Pre-Post Tsunami

Sumber: http://geospasial.bnpb.go.id/2011/03/14/citra-satelit-pra-pasca-tsunami-jepang/ 
spacer

Pandhito Panji Foundation - Remote Sensing Research Center (PPF-RSRC)

Fasilitas dan Pelayanan Masyarakat
Pandhito Panji Foundation - Remote Sensing Research Center (PPF-RSRC) bekerjasama dengan banyak pihak untuk melakukan penelitian lingkungan hidup, perkotaan, kepulauan dan berbagai tema lainnya.
Aktifitas penelitian
1. Bidang Remote Sensing

Pandhito Panji Foundation - Remote Sensing Research Center (PPF-RSRC) melakukan penelitian dalam bidang remote sensing dan Sistem Informasi Geografi (SIG), terutama pengembangkan teori gelombang elektromagnetik dan synthetic aperture radar (SAR), Pesawat Tanpa Awak (UAV) dan Small Satellite. Beberapa hasil penelitian kami telah diterapkan untuk monitoring Lingkungan kawasan Indonesian. Hasil penelitian kami telah dipublikasikan di journal dalam dan luar negeri, serta hasil nyata telah diterapkan untuk membantu Pemerintah daerah di Indonesia, serta organisasi dan pemerintah asing


Fig. Dr Josaphat dan Pesawat Tanpa Awak (UAV) kami dengan rentang sayap 6 meter untuk membawa radar berpolarisasi pertama di dunia.

Article : Kompas Newspaper, "Ilmu Pengetahuaan & Teknologi - Penginderaan Jauh - Sistem Pemantau Nusantara" (Sciences & Teknology - Remote Sensing - Earth Observation System), pp. 14, Oktober 21, 2010, [article] New !

2. Bidang radar

2.1. Synthetic aperture radar

PPF-RSRC mengembangkan teknik pengolahan citra satelit dengan sensor synthetic aperture radar (SAR). Dimana hasil penelitian ini telah banyak dimuat di journal internasional, khususnya International Journal of Remote Sensing. Saat ini PPF-RSRC melakukan mosaicking citra SAR untuk pemetaan seluruh dunia. Citra mosaick ini digunakan untuk pengembangan teknologi SAR yang dikembangkan pula oleh PPF-RSRC. Dari citra mosaick ini dapat diketahui fenomena alam yang terjadi di permukaan bumi, khususnya wilayah Asia.


Fig. Pengembangan small satellite dan pengukurannya dan anechoic chamber


Fig. Pengembangan small satellite dengan synthetic aperture radar (SAR) sebagai payload pertama di dunia untuk observasi bumi, serta sistem baru untuk telemetri dan imaging menggunakan GPS signal.

Staff ahli PPF-RSRC yang juga staff pengajar di universitas (Jepang) juga memberikan bimbingan kepada mahasiswa-mahasiswa dari berbagai Negara dalam bidang SAR untuk monitoring permukaan bumi. Human-network yang telah dibangun oleh PPF-RSRC ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat Indonesia pula, khususnya dalam pengembangan perangkat dan ekstrasi informasi dari citra SAR. Selama ini staff PPF-RSRC juga telah membimbing mahasiswa di ITB, UI, UGM, Unud, Unhas dll dalam bidang SAR ini. Hasil penelitian dari bimbingan ini diharapkan dapat memberikan kemajuan bagi pengembangan teknik-teknik monitoring dengan menggunakan SAR di Indonesia, dimana wilayahnya hampir setiap tahun tertutup oleh awan sehingga penggunaan sensor SAR merupakan alternatif teknologi yang dapat digunakan oleh Indonesia.


2.2. Pengolahan Citra ASTER



[a] Sebelum kebocoran lumpur panas (Citra ASTER 3 November 2005) [lihat / download : resolusi tinggi]


[b] Sesudah kebocoran lumpur panas (Citra ASTER 3 September 2006)
[lihat / download : resolusi tinggi]


[c] Sesudah kebocoran lumpur panas (Citra ASTER 13 November 2006)
[lihat / download : resolusi tinggi]

Article : "Penurunan tanah capai 2,4 meter : Jepang pantau lumpur Sidoarjo" (Japan monitor Sidoarjo's mud), Kompas Newspaper, 8 January 2007 [printed article 4.5MB]

(Gambar atas) Gambar di atas menunjukkan citra ASTER bencana kawasan lumpur panas di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur yang direkam pada tanggal 3 November 2005 (sebelum kecelakaan), 3 September 2006 (setelah kecelakaan), dan 13 November 2006 (setelah lumpur dialirkan ke sungai Porong, Sidoarjo). Perhatikan perubahaan warna air di sepanjang sungai Porong. Foto di atas dan sample lumpur diambil oleh Josaphat Tetuko Sri Sumantyo pada tanggal 8 September 2006 [Download : high resolution].


[c] Distribusi temperatur permukaan lumpur panas yang dihitung menggunakan citra ASTER. Detail : Luhur Bayuaji, Hiroshi Watanabe, Hideyuki Tonooka, J.T. Sri Sumantyo, and Hiroaki Kuze, "Study on land surface temperature characteristics of hot mud eruption in East Java, Indonesia," International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES), Vol. 6, pp.14-28, September 2009 [Download]


(Gambar bawah) Gambar ini menunjukkan hasil pengecekan akurasi citra ASTER Level 1B dioverlay dengan menggunakan data vektor (digital map Bakosurtanal) jalan wilayah kota Bandung. Citra ASTER baik untuk pembuatan peta skala 1:50,000 [Download : resolusi tinggi]





2.3. Pengolahan Citra ALOS PALSAR


Fig. Citra ASTER wilayah Bandung


Fig. Peta geologi wilayah Bandung


Fig. Hasil pengolahan citra ALOS PALSAR untuk mendapatkan distribusi penurunan tanah di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Detail : J.T. Sri Sumantyo, M. Shimada, P.P. Mathieu, and HZ Abidin, "Long term Continuous DInSAR Technique for Volume Change Estimation of Subsidence," IEEE Transaction on Geoscience and Remote Sensing (in revision process), 2010. (Received SICE Award)



3. Bidang mobile satellite communications
Dalam bidang sistem komunikasi, PPF-RSRC mengembangkan antenna untuk keperluan komunikasi satelit bergerak (mobile satellite communication, contoh gambar di bawah) dan radar (radio detecting and ranging). Antenna ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mobile satellite communications generasi mendatang, khususnya pembangunan infrastruktur komunikasi kawasan Asia dengan menggunakan sarana satelit yang murah, sehingga terjangkau oleh seluruh kalangan pemakai. Antena-antena yang telah PPF-RSRC kembangkan telah dipatentkan untuk pasar domestik dan dunia. FAQ mengenai desain antenna dapat dibaca di FAQ website.



Antena untuk keperluan mobile satellite communications (tebal 1.6 mm)
[foto bersama pendesain : J. Tetuko S.S.], silakan refer paper dan buku

Dari hasil penelitian PPF-RSRC ini, PPF-RSRC ingin membuktikan bahwa hasil karya manusia Indonesiapun mampu bersaing dengan peneliti luar negeri, khususnya negara-negara yang telah dikenal maju dalam bidang penelitian. Pada tanggal 19 April 2004 hasil penelitian PPF-RSRC ini telah menerima penghargaan (award) dari "Nanohana Competition 2004" oleh President (rektor) Chiba University dan Chiba bank, Jepang, serta pada tanggal 3 December 2004 "Open Research 2004 Chiba University President Chiba University award" atas hasil penelitian di bidang mobile satellite communications ini. Hasil penelitian ini dapat diterapkan untuk keperluan rumah tangga hingga militer, khususnya sistem pengendali rudal dan pesawat tanpa awak. (http://rsrc.pandhitopanji-f.org/)
spacer

Carto Web


CartoWeb siap digunakan dan komprehensif dan Web-GIS (Sistem Informasi Geografis) serta kerangka kerja yang nyaman untuk membangun aplikasi canggih dan disesuaikan. Dikembangkan oleh Camptocamp SA, itu didasarkan pada mesin UMN MapServer dan dirilis di bawah GNU General Public License (GPL).

Ditulis menggunakan bahasa PHP5 inovatif, CartoWeb adalah berkat sangat modular dan dapat dikustomisasi untuk arsitektur berorientasi objek. Ini berjalan merata pada Windows atau platform Unix-like dan menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya bila terkait dengan PostgreSQL / PostGIS.

CartoWeb3 in Action

Several demos are available to demonstrate the range of functionalities that CartoWeb3 offers. Don't hesitate to try all those tools.
  1. Overall Demo

    This demo gives an overview of CartoWeb common functionalities: browsing, querying, outlining, recentering, layers management, tabs browsing and PDF printing as well as its AJAX capability.
    PDF map extent is defined using our new "WYSIWYG" DHTML tool.
    The AJAX mode is activated in this demo: the map is updated without reloading the whole page, making the browsing even more fluid.
    Users roles management is also demonstrated: as an example, you will have to be logged in (username: demo / password: demo) to be able to print PDF maps.
    Click here to visit the overall demo.
  2. Plugins Demo

    This demo outlines the new functionalities introduced in recent CartoWeb versions. Among those new tools, let's list for instance:
    • a routing module (shortest path calculation based on the Pgdijkstra routing module)
    • a new geographic search interface based on AJAX
    • a views system (bookmarks of given CartoWeb states)
    • an improved multishape redlining/outlining system with label capabilities (associated to an advanced color/symbol picking system)
    • a layers reordering system (useful to make some layers appear above some others)
    • a tools icons dispatcher
    • a collapsible keymap
    • a WMS browsing interface making possible to include external layers in the map using WMS
    • a DXF conversion tool for exporting drawn shapes to AutoCAD-like software
    Click here to visit the plugins demo.
  3. CS Demo

    This demo demonstrates the high level of layout customization that is available with CartoWeb as well as some functionalities described in previous demos.
    Geographic data are kindly provided by Cartosphere.
    Please note that this demo is not included in CartoWeb distributions.
    Click here to visit the CS demo.
  4. Editing Demo

    This demo demonstrates what CartoWeb can do in terms of distributed editing and persistent storage of geographical objects including:
    • shapes: points, lines, polygons
    • attributary data
    Editing functionalities are available only to logged-in users (username: demo / password: demo).
    Click here to visit the editing demo.
  5. Geostatistics Demo

    This demo gives an example of geostatistical data representation on a map (choropleth layers).
    Click here to visit the geostat demo.
  6. Basic Demo

    This demo runs with absolutely no JavaScript and barely no CSS.
    It has been designed to demonstrate the CartoWeb ability to be correctly used by basic user-agents such as PDAs, cellphones or simply web browsers with JavaScript turned off. Obviously not all advanced CartoWeb features are available with that mode.
    Click here to visit the basic demo.
  7. Development Demo

    This is the default CartoWeb layout with features activated by default when you install CartoWeb. It is mainly used as a development project. Simple but comprehensive, it will be however a good start for many of your own projects.
    Some functionalities are only available when logged in (use for instance username: x / password: x).
    Click here to visit the development demo.

Source: http://www.cartoweb.org
spacer

IDW, Spline and Thiessen

Patterns of rainfall analysis using 3 methods: IDW, spline and polygon Thiessen


spacer

Peta Digital Daerah Aliran Sungai

spacer

Peta Mudik 2010

(http://inigis.info) Anda mudik tahun ini? Anda membutuhkan peta mudik sebagai pemandu jalan menuju kampung halaman? Download Gratis Peta Mudik 2010 di GIS Blog Indonesia.  Disini Anda bisa mendapatkan peta mudik versi cetak, aplikasi peta mudik untuk handphone atau smartphone serta digital GPS map untuk perangkat GPS untuk di mobil seperti Garmin Nuvi. Selain itu juga tersedia Peta Mudik interaktif yang bisa diakses secara online seperti yang disediakan oleh TempoInteraktif.com. (Klik gambar di bawah)
Dari seluruh Peta Mudik 2010 yang tersedia, kelengkapan informasi yang dibutuhkan selama perjalanan mudik adalah yang paling paling banyak diinginkan oleh pengguna peta tersebut. Informasi seperti  akses jalan tol, jalan utama, jalan alternatif, jalan wisata/biasa, jalur kereta dan perlintasannya, kondisi jalan, wilayah rawan kecelakaan,  nama-nama daerah lokal (kota, kecamatan dan kelurahan/kampung), lokasi SPBU, rumah makan, ATM, bengkel, masjid dsb menjadi pertimbangan utama. Kebanyakan peta mudik dari operator seluler dan pabrikan mobil versi cetak sudah memenuhi kebutuhan informasi diatas.
Khusus untuk Peta Jalan Tol, CyberMap.co.id telah menyediakan Peta Tol Merak-Cikampek-Cileunyi serta Tol Dalam Kota dan Jagorawi yang bisa Anda DOWNLOAD DISINI. CyberMap sendiri baru berencana merilis peta mudik 2010 pada tanggal 23 Agustus 2010. Saya akan update di blog ini setelah rilis peta tersebut. Screenshot tampilan peta mudik dari CyberMap tampak seperti gambar dibawah ini.
Namun jika Anda lebih tertarik untuk memiliki Peta Mudik di handphone, koleksi peta mudik yang tersedia untuk di DOWNLOAD DISINI bisa Anda coba. Cukup banyak pilihan, pastikan Anda menggunakan yang Anda butuhkan saja.  Buat Anda yang menggunakan GPS (Garmin) bisa mendownload Garmin Map Jawa Bali atau Garmin Map Indonesia, sementara pengguna Garmin Nuvi di mobil bisa download gratis GPS Map Indonesia dari Navigasi.net. Contoh gambaran GPS Map dari Navigasi.net tampak seperti gambar di bawah ini.
spacer

Mewujudkan Mimpi Integrasi SIGN


Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi geospasial dan komunikasi telah nyata mengubah gaya hidup serta trend global. Hal ini perlu dicermati dalam menentukan arah kebijakan nasional kita di bidang geospasial. Pemangku kepentingan dalam jaring data spasial nasional secara terpisah maupun bersama-sama berlomba untuk mendapatkan teknologi terkini, baik itu data dan informasi maupun teknologi pengolahannya. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa semua teknologi itu sedkit yang dihasilkan oleh bangsa kita.

Integrasi Data Spasial Nasional
Bertepatan dengan IGTE yang kelima ini, kita juga perlu memperjelas kembali peran dari masing-masing pemangku kepentingan dan pemanfaatan teknologi geospasial. Pertama, perlu kita ketahui ada tiga entitas yang selama ini sering dibicarakan dan perlu ditelaah kembali, yaitu akademisi, bisnis dan pemerintah.
Seperti kita semua ketahui, akademisi mempunyai andil dalam pengembangan serta penggunaan ilmu dan pengetahuan untuk mensejahterakan masyarakat, komponen bisnis berkepentingan dalam memanfaatkan teknologi untuk memetik keuntungan dan pemerintah menciptakan kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Bagaimana dengan dunia geospasial kita? Kedua, apakah pemanfaatan data dan informasi geospasial sesuai dengan harapan kita selama ini? Kalau belum, komponen apa yang perlu ditelaah kembali, apakah itu harga, aksesbilitas, tema, minat maupun sarana.
Pameran IGTE kelima tahun ini mengangkat tema yang sangat penting. Sebuah Sistem Informasi Geospasial Nasional (SIGN) yang merupakan wujud atau realisasi dari Peraturan Presiden  Nomor 85 tahun 2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional ditampilkan dalam sebuah miniatur. Miniatur ini merupakan wujud nyata yang dapat digunakan tidak hanya untuk memberikan akses dan pelayanan mudah kepada masyarakat tetapi juga sebagai wujud dari pentingnya data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, yang menjadi amanah Undang-undang Nomor 32 tahun 2004.
Melalui Sistem Informasi Geospasial Nasional (SIGN) juga diharapkan dapat menggali dan mengelola potensi-potensi yang terpendam di Indonesia. Hal ini juga akan ditunjang oleh pembuatan undang-undang geospasial yang sedang dikaji oleh anggota DPR. Ralisasi Sistem Informasi Geospasial Nasional atau SIGN ini dapat terwujud akibat dukungan dari berbagai pihak. Pertama lembaga pemerintah kementerian dan nonkementerian yang termasuk dalam jaringan data spasial nasional, pemerintah daerah dan yang tidak kalah penting adalah para sponsor dalam pameran IGTE 5th   antara lain ESRI, Oracle, EMC, Cisco, Fujitsu dan IBM dalam mengimplementasikan Sistem Informasi Geospasial ke wujud nyata. Untuk peserta yang berpartisipasi dalam pameran adalah Bakosurtanal, Akira, Alpha Scale, Hi Target, Pasco, Almega, Geosystem, Pustekom, JNE, DAG, Wain Do, EDP Media, Fujitsu, Exol, Hidro Nav, CHC, Intermap, NGI, Geo Prima.


Sebuah Inovasi: Sistem Informasi Geospasial Presiden (Sigap)
Informasi yang disajikan dalam bentuk spasial atau tiga dimensi memiliki kelebihan dibandingkan dengan teks dan gambar dalam memberikan pemahaman untuk mengambil keputusan. Hal inilah yang mendasari pembuatan Sistem Informasi Geospasial Nasional Presiden (Sigap).
Sistem Informasi Geospasial Nasional Presiden (Sigap) dirancang sejak delapan bulan lalu oleh Tim Sigap dari Bakosurtanal dan rencananya bulan Agustus ini, Sigap sudah dapat ditayangkan di ruang sidang kabinet.
Dengan Sigap akan dipasang system presentasi 3 dimensi (3D) di ruang sidang kabinet yang mampu menampilkan informasi spasial untuk mendukung setiap pelaksanaan sidang kabinet.
Untuk sistem presentasi dari berbagai alternative yang ada seperti penggunaan Zebra Hologram Imaging, Xcite Projector dan Helio Display, tim Sigap memutuskan untuk menggunakan proyektor yang beresolusi tinggi dan berintensitas tinggi sehingga ruangan tidak perlu diredupkan pencahayaannya. Sistem ini sangat diperlukan karena dapat menampilkan citra yang tajam danbersifat dinamis. Sebab, yang dituntut pada Sigap, system informasi selain berbasis geospasial juga harus memberikan informasi terkini, akurat, relevan dan mudah dibaca. Dengan kehadiran Sistem Informasi Geospasial Nasional Presiden (Sigap) ini diharapkan dapat menyajikan data lebih baik dibandingkan dalam bentuk teks, table atau grafik serta tentunya untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan secara spasial (keruangan).

LAPORAN KUNJUNGAN IGTE 5th (INDONESIAN GEO-INFORMATION TECHNOLOGY EXHIBITION) 2010

“MEWUJUDKAN MIMPI INTEGRASI SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL (SIGN)”


WIDO CEPAKA WARIH
0906515105

DEPARTEMEN GEOGRAFI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDONESIA
2010
spacer

Koordinat Perguruan Tinggi di Indonesia

Sekedar berbagi kepada temen-teman tentang koordinat berberapa perguruan tinggi di Indoensia. Artikel ini saya dapatkan dari artikel milik Mas Wildan. Bagi mahasiswa Geografi tentu hal ini akan sangat bermanfaat dan sangat membantu.
Berikut ini koordinat perguruan tinggi di di Indonesia 
Tampilan di Google Map
Tampilan di Google Map
001$coordinates = array(
002  array(5.567296,95.368088), //UNSYIAH, ACEH
003  array(5.1821257,97.1483928), //unimal, aceh
004  array(-0.929425,100.424577), //UNAND, Andalas
005  array(0.524998,101.4527), //UNRI
006  array(-2.9640094,104.7512215), //UNSRI
007  array(-1.613018,103.519492), //UNJA, Universitas Jambi
008  array(-3.758162,102.271353), //Universitas Bengkulu
009  array(-5.3636158,105.2425647), //UNILA
010  array(-6.3644347,106.8274498),//UI
011  array(-6.893002,107.61683),//UNPAD
012  array(-6.5554746,106.723938), //IPB, Darmaga
013  array(-6.889852,107.609968),//ITB
014  array(-7.4071383,109.2523009),//UNSOED
015  array(-6.994862,110.424877), //UNDIP
016  array(-7.559323,110.856783), //UNS - Universitas Sebelas Maret
017  array(-7.769272,110.375283), //UGM
018  array(-7.268236,112.784245),//UNAIR
019  array(-7.9522645,112.6129693), //UNIBRAW
020  array(-8.167186,113.713861), //UNEJ, Univ. Jember
021  array(-7.1293394,112.7240825), //Universitas Negeri Trunojoyo
022  array(-7.2770377,112.7916312), // ITS
023  array(-0.0566912,109.3484741), //UNTAN, Tanjung Pura
024  array(-2.217113,113.896959), //UNPAR, Palangkaraya
025  array(-3.296953,114.586458), //UNLAM, Lambung Mankurat
026  array(-0.4685499,117.1540779), //UMUL, Mulawarman
027  array(1.458254,124.825816), //UNSRAT, Sam Ratulangi
028  array(-0.8347597,119.89676), //UNTAD, Tadulako
029  array(-3.96369,122.532717), //UNHALU, Haluoleo
030  array(-5.1313379,119.4877982), // UNHAS, Hasanuddin
031  array(-3.7014327,128.1787482), //UNPATTI, Pattimura
032  array(-8.798181,115.172205), //UNUD, Udayana
033  array(-8.5821458,116.092481),//UNRAM, Universitas Mataram
034  array(-10.1826663,123.6012206), //UNDANA, Universitas Negeri Nusa Cendana
035  array(-2.6103289,140.659968), //UNCEN, Cenderawasih
036  array(-6.121295,106.194486), //Univ. Sultan Ageng Tirtayasa
037  array(0.7899606,127.3600388), //Univ. Khairun, ternate --> belum benar
038  array(3.608124,98.717051), //UNIMED, Universitas Negeri Medan
039  array(-0.8971569,100.3499204), //UNP, Universitas Negeri Padang
040  array(-6.183137,106.882553), //UNJ, Univ. Negeri Jakarta
041  array(-6.853145,107.598639), //UPI, Univ. Pendidikan Indonesia
042  array(-7.042744,110.419008), //UNNES, Universitas Negeri Semarang
043  array(-7.558547,110.452423),//UNY, Univ. Negeri Yogyakarta
044  array(-7.948907,112.62351),//UM, Univ. Negeri Malang
045  array(-7.608643,112.72935), //UNS, Univ. Negeri Surabaya
046  array(1.491226,124.917297), //UNIMA, Univ. Negeri Manado
047  array(1.21939,124.244385), //UNM, Universitas Negeri Makasar
048  array(-8.108777,115.0813472), //UNDIKSHA, Universitas Pendidikan Ganesha
049  array(-0.831413,134.06892),//UNIPA, Univ. Negeri Papua
050  array(0.568533,123.0655), //Univ. Negeri Gorontalo
051  array(-6.162486,106.88015), //Univ. Trisakti Kampus. F
052  array(-6.328948,106.837492), //Univ. Pancasila
053  array(-6.157622,106.790972), //Univ. Tarumanegara
054  array(-6.17486,106.793804), //BINUS, Kampus Syahdan
055  array(-5.988973,106.684113), //Univ. Pelita Harapan
056  array(-6.344303,106.847448), //Univ. Gunadarma
057  array(-6.195168,106.701279), //Swiss German University
058  array(-6.234077,106.836548), //ISTN
059  array(-6.129631,106.743164), //ITI, Institut Teknologi Indonesia
060  //array(,), // President Univ
061  array(-6.874162,107.606009), //universitas Katolik Parahyangan
062  array(-6.975736,107.632649),//STT Telkom
063  array(-6.900162,107.608187), //Univ. Islam Bandung
064  array(-7.683561,110.418584), //Univ. Islam Indonesia
065  array(-7.645665,110.465469), //UPN Veteran
066  array(-6.955028,110.458512), // Universitas Islam Sultan Agung
067  array(-7.018119,110.400088), //Universitas 17 Agustus 45
068  array(-7.2823802,112.7115378), //Wijaya Kusuma University, Surabaya
069  array(-7.298915,112.7657), //Univ. Dr. Soetomo
070  array(-7.385875,112.737923), //Univ. Surabaya
071  array(-7.953858,112.613554), //Univ. Muhammadiyah Malang
072  array(-7.316179,110.498664), //Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
073  array(-0.876469,100.357704), //Univ. Bung Hatta, Padang
074  array(3.643972,98.664951), //Univ. HKBP Nommensen
075  array(5.190933,97.139641), //Poltek. Lhokseumawe
076  array(3.593261,98.668556), //Poltek Medan
077  array(-0.510857,100.692444), //Politeknik Negeri Padang / Poltek UNAND
078  //array(),//  Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Padang
079  array(-2.9827917,104.7332669), //Politeknik Negeri Sriwijaya
080  array(-5.355017,105.233703), //Politeknik Negeri (Pertanian Bandar) Lampung
081  array(-6.253189,106.879807),//Politeknik Negeri Jakarta
082  array(-6.871249,107.57282), //Politeknik Bandung
083  array(-6.8769499,107.6204825), //Politeknik Manufaktur Bandung
084  array(-7.0531937,110.4338837), //Politeknik Negeri Semarang
085  array(-7.278656,112.794405), //Politeknik Perkapalan negeri surabaya (PPNS)
086  array(-7.2763779,112.7947372), //Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
087  array(-7.946636,112.615271), //Politeknik Negeri Malang
088  //array(),//  Politeknik Negeri Jember
089  array(-0.0545132,109.3465161),//Politeknik Negeri Pontianak
090  array(-3.2960316,114.5821828), //Politeknik Banjarmasin
091  array(-0.5345565,117.1248579), //Politeknik Negeri Samarinda
092  array(-0.5182279,117.1267837), // Politeknik Negeri Pertanian Samarinda, masih salah, ini lokasi lurah Keledang
093  array(1.517937,124.886283), // Politeknik Negeri Manado
094  array(-4.5801894,119.5973396), //Politeknik Negeri Pertanian Pangkep
095  array(-3.69939,128.178778), //Politeknik negeri Ambon, masih salah, ini lokasi pusat kota ambon
096  array(-8.800378,115.161996), //Politeknik Negeri Bali
097  array(-10.163489,123.578481), //  Politeknik Negeri Kupang, masih salah, ini sementara lokasi kantor bupati kupang
098  array(-10.1755462,123.5620093), //Politeknik Pertanian Negeri Kupang, masih salah, sementara ini lokasi PT Semen Kupang
099  array(-5.1320165,119.4896758), //Politeknik Negeri Makasar, masih salah, ini lokasi Fak. FISIP Unhas, dari Wiki : Poltek Makassar di bag. barat Unhass
100  array(3.561984,98.656626), //Univ. Sumatera Utara, USU
101  array(-6.5997328,106.8116033), //Univ. Pakuan, Bogor Jawa Barat
102  array(-5.3577381,105.2329034), //Politeknik Negeri Lampung
103  array(-5.129121,119.48168), //Politeknik Negeri Ujung Pandang
104);




Sumber Informasi : http://wildanm.wordpress.com/2009/04/14/koordinat-perguruan-perguruan-tinggi-di-indonesia/#comment-321
spacer

Peta Online BPN

BPN (Badan Pertanahan Nasional) Indonesia telah lama meluncurkan sebuah web geospasial yang berbasiskan GIS dengan nama Peta Online Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Di sini memuat banyak seklai database yang memungkinkan kita untuk mencari informasi peta sedetail-detailnya. Secara garis besar Peta Online Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia terdiri dari berbagai aspek kebutuhan data antara lain: Pencarian Peta Garis, Pencarian Peta Raster, Pencarian Wilayah Administrasi, Pencarian Titik Kerangka Dasar Nasional, Pencarian Transaksi Pertanahan dan Pencarian Persil. Hal tersebut memungkinkan kita untuk mencari data sesuai kebutuhan yang ada dalam database BPN Map Online tersebut. Langkah-langkah penggunaannya juga cukup mudah karena sudah tersedia panduannya.

Penasaran lihat di Peta Online Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia atau di http://map.bpn.go.id/indexmap.html


Sebagai ilustrasi penggunaan, misalnya jika kita ingin mencari data Peta Raster, maka plih pada menu Pencarian Peta Raster. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini :
Pencarian Peta Raster
Peta bertipe raster yang ada di lingkungan Badan Pertanahan Nasional meliputi :
  • Citra Satelit
  • Foto Udara
Untuk melakukan pencarian, lakukan langkah - langkah sebagai berikut :
  1. Pilih jenis data yang akan dicari (Citra Satelit / Foto Udara)
  2. Pilih wilayah administrasi untuk pencarian (Propinsi, Kabupaten, Kecamatan atau Desa).
  3. Tombol 'Zoom' dapat and gunakan untuk memperbesar suatu wilayah administrasi yang anda pilih
  4. Masukkan kriteria tambahan seperti nomor lembar, tahun, ketelitian, dll
  5. Tekan tombol 'Cari Peta'
Hasil pencarian akan disusun dalam beberapa tabulasi sesuai dengan jenis petanya. Selanjutnya dari hasil pencarian, anda dapat melakukan pembesaran pada setiap objek. Anda juga bisa menandai objek tersebut di peta tanpa melakukan perbesaran. Pratinjau dari lembar yang anda pilih dari hasil pencarian akan ditampilkan jika melakukan pilihan pada opsi ini

© 2007 Pusdatin, BPN-RI
spacer

Pengenalan Makro dan Visual Basic


Pengenalan Makro
Program Macro merupakan serangkaian perintah-perintah yang kita jalankan & kita tuliskan dalam bentuk bahasa Visual basic for applications (VBA) . VBA ini merupakan bahasa program untuk Visual Basic Editor yang diterapkan dalam aplikasi office seperti Excel, Word, Acces, Powerpoint, Outlook, Visio, Project dan sebagainya. Fungsi dari kita menggunakan Macro ini untuk mengerjakan tugas-tugas secara otomatis, terutama pada pekerjaan kita yang dilakukan rutin serta melibatkan data yang sangat banyak. Kelebihan dari kita menerapkan Macro pada pekerjaan kita adalah pekerjaan kita diselesaikan lebih cepat dan tingkat akurasi 100%.
Untuk membuat Makro Excel Anda harus membuka sebuah file Microsoft Excel (contohnya book1.xls). Selanjutnya Anda dapat membuat Makro dengan beberapa cara :
  1. Create Macro (Alt + F8)
Pertama- tama buatlah dan bukalah sebuah file Excell bernama contoh.xls. Pada menu Tools, tunjuk Macro lalu tunjuk Macros
, kemudian klik kiri Mouse (atau tekan Alt +F8),
http://2.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv3uo-a7CZI/AAAAAAAAACM/FMNNGUxNSHU/s320/image001.png
sehingga muncul tampilan seperti berikut,
http://1.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv3xJua7CbI/AAAAAAAAACc/3NQ9uT8mlD0/s320/image003.png


Ketikan nama Makro yang dikehendaki pada isian Macro name, contohnya : coba. Maka akan tombol create akan aktif
http://4.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv3yTea7CcI/AAAAAAAAACk/1bJL-xzyOvM/s320/image005.png
tekan tombol create, sehingga tampilan berikut akan muncul
http://4.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv31Fea7CdI/AAAAAAAAACs/WizLf6REFnw/s320/image007.png

maka Anda telah membuat sebuah Modul Visual Basic Aplication (VBA) bernama Module1 dan sebuah prosedur VBA bernama coba ().
Anda dapat memilih agar Makro ini bekerja di seluruh file Excel yang terbuka (All Open Workbooks), hanya pada file yang sedang Anda buka (This Workbooks), atau pada file contoh.xls, file Excell dimana Anda membuat Makro-nya. Dengan cara memilih pilihan tersebut pada Macros In.
http://2.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv315-a7CeI/AAAAAAAAAC0/SVfsv-Hz7vs/s320/image009.png

  1. Record New Macro
Cara kedua ini merupakan favorit penulis, sebab dengan cara ini kita dapat membuat kode visual basic tanpa harus menuliskannya. Pada dasarnya, semua operasi Excell dapat dilakukan oleh Macros. Operasi itu dapat dicatat oleh Macros melalui Record New Macros. Kemudian kita dapat mengubah kode-kode VBA yang dihasilkan oleh operasi yang tercatat tersebut.
Untuk memulai mencatat Makro maka pada menu Tools, sorot Macro kemudian sorot Record New Macros lalu klik kiri Mouse,
http://1.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv32eua7CfI/AAAAAAAAAC8/ROGv5eOLU6Q/s320/image011.png

sehingga tampilan berikut muncul,
http://2.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv33K-a7CgI/AAAAAAAAADE/h_QFYi6g5QI/s320/image013.png

Kolom isian “Macro name: dimana Anda mengisikan nama Macro. Kolom “Shortcut key” bila Anda hendak membuat shortcut key dari keyboard (Ctrl+ tombol keypad yang Anda inginkan). “Store Macro in” merupakan kolom isian untuk menentukan dimana macro akan disimpan, pilihannya adalah This Workbook, New Workbook dan Personal Macro Workbook
. Dan kolom “Description”, bila Anda ingin memberi penjelasan singkat mengenai Macro yang akan Anda catat.
Sebagai contoh, kita akan mencatat Macro bernama “ok”, yang mencatat operasi Excell berupa pengisian sel A1 dengan kata “ok”, dan mempunyai shortcut key Ctrl + q.
Pertama-tama lakukan langkah-langkah yang telah disebutkan sehingga muncul tampilan sebagai berikut,
http://3.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv34bOa7ChI/AAAAAAAAADM/NIrYcts3l0M/s320/image015.png

lalu tekan tombol OK.
Pencatatan sedang dilakukan, isilah sel A1 dengan kata “ok”, lalu pada Menu Tools, sorot Macro, kemudian tekan Stop Recording dan pencatatan akan berhenti.

http://4.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv35Fea7CiI/AAAAAAAAADU/SfHSnMeiHc8/s320/image017.png

Untuk melihat kode VBA yang telah tercatat, pada menu Tools sorot Macro, sorot Macros.

http://1.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv357ua7CjI/AAAAAAAAADc/hKikRk2RP48/s320/image019.png
Pilihlah “ok” pada “Macro name:” lalu tekan tombol “Edit”, sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut,
http://4.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv37Oea7CkI/AAAAAAAAADk/mZtB4iPe7Yo/s320/image021.png
Cobalah merubah Range(“A1”) menjadi Range(“A2”), simpan dengan menekan gambar disket atau Ctrl + S. Kembali ke contoh.xls, tekan Ctrl + q dari Keyboard, dan lihat apa yang terjadi.
  1. Visual Basic Editor (Alt +F11)
Bila Anda sudah mengenal pemograman Visual BASIC, maka cara ini tidaklah sulit. Bahkan kadang-kadang Anda akan sering melakukannya. Untuk menampilkan
Visual Basic Editor Anda cukup menekan Alt+F11 maka tampilan berikut akan muncul,
http://1.bp.blogspot.com/_Jg7QpG3yna4/Rv371ua7ClI/AAAAAAAAADs/yf7VqETJ5wQ/s320/image023.png

selanjutanya Anda bisa menyisipkan Module, ClassModule dan UserForm, dan mulai melakukan pemograman seperti yang Anda lakukan di VB6. Seperti Anda lihat lembar kerja (WorkSheet) pada Excell merupakan Objek di VBE.


spacer