Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Persimpangan Jalan


Ketika dihadapkan pada banyak pilihan tentunya akan muncul berbagai pertimbangan. Setiap pilihan yang diambil akan mempunyai konsekuensinya masing-masing. Alhasil pilihan pertama sudah dijatuhkan dengan pertimbangan bahwa pilihan kedua akan berjalan sesuai dengan yang telah dipertimbangkan dan direncanakan. Muncul harapan besar di saat itu ketika kaki sudah melangkah.

Namun, sebaik-baiknya rencana yang telah dibuat manusia, ada rencana-Nya yang lebih baik. Dengan kata lain, harapan dan pertimbangan pilihan yang diambil belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Semoga ada kejutan rencana dari Tuhan. Hanya bisa pasrah dan menyusun pilihan lagi. Ketika proses itu berlangsung, muncul rasa lama yang bergelora kembali. Rasa itu bisa disebut rasa cinta yang membuat hidup menjadi lebih hidup. Muncul harapan dan pilihan yang semakin majemuk dengan tingkat kebimbangan yang semakin tinggi pula. Antara diri untuk menapaki kaki di benua berbeda atau tetap berada di sini untuk pengabdian. Perlu waktu untuk memutuskan itu semua.

Sadar akan semuanya kembali pada niat utama, maka mulai koreksi diri dan membetulkan niat awal bukan hanya karena emosi dan ego semata. Setelah melalui proses panjang akhirnya dijatuhkan kepada pilihan kedua untuk kegiatan pengabdian di masa ini dan satu masa berikutnya. Kekhawatiran pasti ada akan terlampaui dan kesetaraan, tapi kembali ke niat awal dan yakin bahwa jodoh tidak akan lari ke mana. Kalaupun kita berdua sudah ditakdirkan berjodoh, maka kita pasti akan dipertemukan dengan cara-Nya. Semoga nanti baik-baik saja di sana. Aku kan selalu menunggu di lain waktu.

Semoga pilihan kali ini yang diambil bisa terwujud dan terlaksana. Agar di masa plus dua masa yang akan datang, sudah bisa berada di benua lain, menapaki langkah baru dan melihat dunia luas. Teringat akan salah satu buku Edensor seperti yang engkau kagumi. Ya suatu saat aku ingin mengajakmu untuk bersama-sama melangkahkan kaki ribuan kilo mengarungi perjalanan panjang di belahan dunia itu. Mungkin saat ini aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan semua isi hati dari yang paling dalam. Mungkin belum saatnya. Tapi ketahuilah sejak pertemuan pertama di kota yang penuh kabut dingin itu dan sejak itu sampai sekarang detik ini Aku benar-benar mencintaimu dan menyayangimu. Maafkanlah hati dan diri ini. Aku doakan selalu untukmu, doa dari hati paling dalam agar kamu bisa menyelesaikan misi itu. Terima kasih selalu menginspirasiku.

Salju di Eropa (hope)

spacer