Kebaikan Kecil

Terkadang kita tidak sadar akan kebaikan-kebaikan kecil di sekitar kita. Kebaikan kecil yang datang dari arah yang tidak diduga sebelumnya. Hingga di suatu malam hujan turun deras, seorang bapak pengemudi ojek online membantu penumpangnya mengenakan jas hujan bahkan menawarkan untuk menginap di rumahnya baru esok hari akan diantarkan ke tujuan.

Atau di suatu siang terik, seorang polisi muda membantu seorang bapak tuna netra menyeberang jalan raya hingga ke tempat yang aman, aku dapat menangkap senyuman dari bapak itu dengan jelas, sebuah ketulusan berbalas dengan senyuman ketulusan pula, sungguh suatu siang terik terasa menyejukkan. Tak jauh dari gerbang keraton, aku bertemu dengan seorang bapak tua yang sedang duduk di becak, dengan senyum dan ramah beliau menjelaskan kepadaku arah yang kutuju. Kami bertukar kecerian kecil di siang itu.

Taman Sari Ngayogyakarta (foto: Wido)

Pun ketika aku tertinggal kereta, petugas loket dengan sabar membantu mencarikan tiket yang sesuai untuk keberangkatan di malam yang sama. Atau seorang pasangan suami istri yang sudah masa pensiun dari pekerjaanya mempercayai aku sebagai pendengar beberapa kisah dari keduanya. Tentang perjalanan hidup yang penuh kejutan dan hal yang sama sekali tidak pernah diduga. Tentang sebuah risiko menggenggam erat idealisme, risiko untuk dibenci tidak disukai dan karier, tapi yang pasti beliau yakin kebaikan dan kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri.

Dan tentang seorang graduated asal NTU Singapore yang dengan ramah menceritakan beberapa perjalanan ke Malang, Jogja dan Taiwan termasuk hobi dia bersepeda, bersepeda dari Prawirotaman ke Prambanan atau pernah bersepeda mengelilingi setengah Taiwan via jalur pantai timur. Banyak hal yang aku dapatkan dari perjalanan singkat yang bahkan tanpa terencana. Dan kini saatnya kembali ke realita, melihat dengan terbuka kebaikan kecil di sekitar kita.

Share:
spacer